JAKARTA, KOMPAS.com - Aliansi Masyarakat Jakarta Timur membantah tudingan demo yang mereka gelar di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (17/6/2026), untuk mendukung program makan bergizi gratis (MBG) dilakukan dengan imbalan bayaran.
Koordinator Lapangan Aliansi Masyarakat Jakarta Timur, Edi Marzuki, menegaskan bahwa seluruh peserta aksi hadir atas kemauan sendiri, tanpa menerima bayaran.
“Enggak ada bayaran. Kalau ada yang ngomong bayaran, suruh menghadap ke saya. Siapa yang bayar, gitu?” kata Edi saat ditemui di lokasi demo, Rabu.
Baca juga: Jalan Alternatif Sawangan Mulai Dibangun, Diklaim Bisa Kurangi Macet hingga 80 Persen
Menurut Edi, tudingan tersebut muncul dari pihak-pihak yang tidak memahami perjuangan masyarakat yang merasakan manfaat program MBG.
“Jadi kalau buat narasi sendiri mah, ya dia kan seneng orang kayak gitu ya. Orang itu seneng ngelihat kita susah, susah ngelihat kita seneng, orang itu ya. Mereka enggak ngerti,” kata dia.
Ia mengaku tidak mau mengambil pusing tudingan tersebut dan memilih fokus menyampaikan aspirasi mereka.
Hal senada disampaikan Rima (49), salah satu peserta aksi. Ia mengaku mengikuti demonstrasi karena merasakan langsung manfaat program MBG bagi keluarganya.
Rima juga membantah adanya pembayaran kepada peserta aksi.
“Enggak ada dibayar, siapa yang bayar? Saya ini terbantu dengan adanya MBG yang baru ada di sekolah anak saya tiga bulan,” ungkap Rima ditemui terpisah.
Baca juga: Pria yang Lecehkan Anjing di Dog Cafe Pluit Jakut Akan Diperiksa Kejiwaannya
Rima bercerita, anak perempuannya yang duduk di bangku SMP kerap melewatkan sarapan karena harus berangkat sekolah sejak pagi.
Dengan adanya MBG, ia juga menjadi hemat ongkos karena tidak perlu menyiapkan bekal dan mengantarkannya ke sekolah anaknya.
“Saya biasa kan lah ibu rumah tangga kan harus beres-beres segala macam. Nah, kebetulan kami harus ada effort untuk Gosend makanannya dia, ternyata di bulan Maret itu sudah mulai ada MBG, ya alhamdulillah gitu,” jelas dia.
Adapun demo yang digelar Aliansi Masyarakat Jakarta Timur di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat siang ini menarik perhatian warganet di media sosial.
Sejumlah akun menuding massa yang didominasi orang dewasa tersebut merupakan peserta aksi bayaran untuk menyuarakan dukungan terhadap program MBG.
“Ternyata rombongan aksi #demo yang memakai baju biru dan baju putih di sekitar Patung Kuda merupakan buzzer pemerintah. Be careful guys!!! Lagi-lagi uang pajak kita dipakai untuk bayar buzzer,” tulis akun @bismillahyuk_ di media sosial X, Rabu.
Baca juga: Mahasiswa Demo di Monas Bawa Tiga Salib Merah, Soroti Harga BBM dan Nilai Tukar Rupiah
Tudingan serupa juga disampaikan akun lain yang mengaitkan jumlah personel kepolisian di lokasi dengan dugaan aksi bayaran.
Cuitan tersebut disetujui akun-akun lainnya. Mereka menyebutkan bahwa pengamanan dari kepolisian yang tidak terlalu ketat mengindikasikan bahwa demo tersebut tidak murni membawa tuntutan kepentingan rakyat.
“Ciri-ciri demo bayaran adalah polisi yang jaga sedikit dan enggak lebay kayak mau perang,” tulis akun lainnya, @Karachmatoni.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



