Palembang (ANTARA) - Komando Daerah Militer (Kodam) II/Sriwijaya telah merampungkan pembangunan 77 jembatan di wilayah teritorialnya hingga pertengahan tahun 2026 guna mendukung mobilitas warga dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) II/Sriwijaya Letkol Inf Yordania di Palembang, Rabu, mengatakan pembangunan puluhan infrastruktur tersebut merupakan wujud nyata komitmen TNI AD dalam membantu pemerintah daerah untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah dan percepatan pemerataan pembangunan.
"Sepanjang tahun 2026, Kodam II/Sriwijaya telah membantu membangun sebanyak 77 jembatan yang tersebar di seluruh wilayah Kodam II/Sriwijaya," kata Yordania.
Ia menjelaskan, pengerjaan jembatan tersebut dilakukan melalui kolaborasi antara satuan teritorial Kodam II/Sriwijaya, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat.
Jenis jembatan yang dibangun tidak berpatokan pada satu tipe, melainkan disesuaikan dengan kebutuhan dan tantangan geografis masing-masing daerah, mulai dari kawasan perdesaan hingga daerah terpencil yang memiliki medan cukup berat.
"Kami banyak membangun beragam jenis jembatan, mulai dari jembatan bailey, jembatan armco, jembatan gantung, jembatan beton, hingga Jembatan Merah Putih," ungkapnya.
Baca juga: Kodam Sriwijaya tuntaskan optimalisasi lahan rawa 72.993 hektare
Ia memaparkan bahwa seluruh infrastruktur yang tersebar di wilayah Sumatera Selatan ini telah memberikan dampak positif yang langsung dirasakan oleh masyarakat. Salah satu dampak terbesarnya adalah efisiensi pada sektor ekonomi dan pendidikan.
"Dengan adanya jembatan tersebut, mobilitas masyarakat menjadi lebih mudah dan lancar. Aktivitas ekonomi masyarakat juga meningkat karena akses distribusi barang dan hasil pertanian menjadi lebih cepat," ujarnya.
Di sektor pendidikan, keberadaan jembatan memutus rentang jarak dan waktu tempuh pelajar yang sebelumnya harus memutar arah atau melewati jalur yang sulit, kini anak-anak dapat menuju sekolah dengan lebih aman.
Ia menegaskan bahwa upaya perbaikan infrastruktur oleh Kodam II/Sriwijaya masih akan terus berlanjut. Saat ini, masih ada sejumlah proyek pembangunan jembatan yang sedang berlangsung di berbagai daerah.
"Kami akan terus mendukung upaya percepatan pembangunan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjalankan program Presiden RI," tegasnya.
Baca juga: Prajurit Kodam Sriwijaya bantu rehabilitasi 3.369 RTLH di Sumbagsel
Melalui program pembangunan jembatan tersebut, Kodam II/Sriwijaya berharap konektivitas transportasi dapat terus membaik sehingga mampu mengakselerasi pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat.
Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) II/Sriwijaya Letkol Inf Yordania di Palembang, Rabu, mengatakan pembangunan puluhan infrastruktur tersebut merupakan wujud nyata komitmen TNI AD dalam membantu pemerintah daerah untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah dan percepatan pemerataan pembangunan.
"Sepanjang tahun 2026, Kodam II/Sriwijaya telah membantu membangun sebanyak 77 jembatan yang tersebar di seluruh wilayah Kodam II/Sriwijaya," kata Yordania.
Ia menjelaskan, pengerjaan jembatan tersebut dilakukan melalui kolaborasi antara satuan teritorial Kodam II/Sriwijaya, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat.
Jenis jembatan yang dibangun tidak berpatokan pada satu tipe, melainkan disesuaikan dengan kebutuhan dan tantangan geografis masing-masing daerah, mulai dari kawasan perdesaan hingga daerah terpencil yang memiliki medan cukup berat.
"Kami banyak membangun beragam jenis jembatan, mulai dari jembatan bailey, jembatan armco, jembatan gantung, jembatan beton, hingga Jembatan Merah Putih," ungkapnya.
Baca juga: Kodam Sriwijaya tuntaskan optimalisasi lahan rawa 72.993 hektare
Ia memaparkan bahwa seluruh infrastruktur yang tersebar di wilayah Sumatera Selatan ini telah memberikan dampak positif yang langsung dirasakan oleh masyarakat. Salah satu dampak terbesarnya adalah efisiensi pada sektor ekonomi dan pendidikan.
"Dengan adanya jembatan tersebut, mobilitas masyarakat menjadi lebih mudah dan lancar. Aktivitas ekonomi masyarakat juga meningkat karena akses distribusi barang dan hasil pertanian menjadi lebih cepat," ujarnya.
Di sektor pendidikan, keberadaan jembatan memutus rentang jarak dan waktu tempuh pelajar yang sebelumnya harus memutar arah atau melewati jalur yang sulit, kini anak-anak dapat menuju sekolah dengan lebih aman.
Ia menegaskan bahwa upaya perbaikan infrastruktur oleh Kodam II/Sriwijaya masih akan terus berlanjut. Saat ini, masih ada sejumlah proyek pembangunan jembatan yang sedang berlangsung di berbagai daerah.
"Kami akan terus mendukung upaya percepatan pembangunan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjalankan program Presiden RI," tegasnya.
Baca juga: Prajurit Kodam Sriwijaya bantu rehabilitasi 3.369 RTLH di Sumbagsel
Melalui program pembangunan jembatan tersebut, Kodam II/Sriwijaya berharap konektivitas transportasi dapat terus membaik sehingga mampu mengakselerasi pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat.





