G7 akan tambah bantuan militer Ukraina, sambut kesepakatan AS-Iran

antaranews.com
2 jam lalu
Cover Berita
Ankara (ANTARA) - Para pemimpin negara-negara G-7 pada Rabu berjanji meningkatkan dukungan militer bagi Ukraina, termasuk penyediaan sistem pertahanan udara tambahan dan kemampuan serangan jarak jauh.

Mereka juga menyambut baik kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran yang dinilai membuka peluang untuk mencegah Teheran memperoleh senjata nuklir.

Dalam pernyataan bersama yang dikeluarkan setelah KTT G7 di Prancis, para pemimpin menegaskan kembali dukungan yang tak tergoyahkan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Ukraina.

Kelompok tersebut juga berkomitmen meningkatkan tekanan terhadap Rusia melalui sanksi tambahan, termasuk langkah-langkah yang menyasar sektor minyak dan gas negara tersebut.

Para pemimpin G7 menyatakan akan mempercepat pengiriman sistem pertahanan udara, rudal pencegat, dan kemampuan serangan jarak jauh ke Ukraina, dan siap mempertimbangkan perpanjangan lisensi guna membantu meningkatkan kapasitas produksi militer Ukraina.

“Kami sepakat untuk memberikan dukungan lebih lanjut untuk membantu negara tersebut dapat melewati musim dingin berikutnya,” demikian bunyi pernyataan itu, merujuk pada kebutuhan energi Ukraina.

G7 juga berkomitmen untuk mengintensifkan tekanan ekonomi terhadap Moskow, dengan mengatakan sanksi tambahan diperlukan di tengah keberhasilan Presiden AS Donald Trump mencapai kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz yang menjadi salah satu jalur pelayaran terpenting dunia.

Terkait perkembangan di Timur Tengah, para pemimpin menyambut “kesepakatan terobosan” antara Amerika Serikat dan Iran. Mereka menilai kesepakatan tersebut memberikan peluang bersejarah untuk mencegah Teheran memperoleh senjata nuklir sekaligus mengatasi kekhawatiran terkait aktivitas regional dan program rudal balistik Iran.

Pernyataan itu memuji peran Trump dalam tercapainya kesepakatan tersebut dan menegaskan kesiapan negara-negara G7 untuk membantu implementasinya.

Para pemimpin juga menegaskan dukungan terhadap kebebasan navigasi di Selat Hormuz serta mendukung inisiatif keamanan maritim multinasional yang dipimpin oleh Prancis dan Inggris. Inisiatif tersebut bertujuan memfasilitasi dimulainya kembali pelayaran komersial dan menjamin keselamatan maritim di kawasan itu.

Selain itu, mereka menyerukan tercapainya kesepakatan diplomatik yang lebih luas untuk melanjutkan nota kesepahaman AS-Iran dan mengatasi berbagai kekhawatiran keamanan terkait aktivitas Iran di kawasan.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Rusia cegat 172 drone Ukraina semalam, termasuk 60 di wilayah Moskow

Baca juga: Putin-Trump bahas isu Ukraina dan Iran via telepon

Baca juga: Merz: Eropa siap berdialog dengan Rusia soal Ukraina


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gedung dalam Proses Pembangunan di Jakarta Barat Diamuk Si Jago Merah
• 22 jam lalujpnn.com
thumb
Mengenal alam di usia dini di Kebun Denassa Gowa
• 13 jam laluantaranews.com
thumb
Pengamat Sebut UU Polri Alami Kemunduran dan Sarat Kepentingan Kekuasaan
• 10 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Link Live Streaming Prancis vs Senegal di Piala Dunia 2026, 17 Juni 2026 Pukul 02.00 WIB
• 22 jam lalubisnis.com
thumb
Kecelakaan Maut di Jalan Soekarno-Hatta Bandung, Pesepeda Tewas Tertabrak Truk
• 23 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.