Genjot Bisnis Pembiayaan Berbasis Chanelling, OK Bank (DNAR) Gandeng SPayLater

idxchannel.com
7 jam lalu
Cover Berita

OK Bank juga menerapkan skema cicilan tetap, sehingga diharapkan dapat lebih membantu nasabah dalam mengelola arus kas secara lebih terukur.

Genjot Bisnis Pembiayaan Berbasis Chanelling, OK Bank (DNAR) Gandeng SPayLater (foto: iNews Media Group)

IDXChannel - PT Bank Oke Indonesia Tbk (DNAR), atau OK Bank, terus menggenjot upayanya dalam memanfaatkan tren pertumbuhan yang tengah terjadi di bisnis jasa kuangan, terutama terkait layanan buy now pay later (BNPL).

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi transformasi digital yang dijalankan OK Bank,  dalam menjawab lonjakan permintaab masyarakat terhadap akses pembiayaan yang cepat, praktis dan fleksibel dalam mencukupi berbagai kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga:
Tunjuk Direktur Baru, Saham OK Bank (DNAR) Bergerak Fluktuatif

"Di Indonesia, layanan paylater kini tidak hanya menjadi alternatif pembayaran, namun juga bagian dari perubahan perilaku finansial masyarakat digital. Kemudahan proses, akses yang semakin luas, serta integrasi dengan platform e-commerce membuat layanan ini semakin diminati, khususnya oleh masyarakat yang aktif memanfaatkan layanan digital," ujar Wakil Direktur Utama OK Bank, Hendra Lie, dalam keterangan resminya, Selasa (16/6/2026).

Dalam hal ini, menurut Hendra, pihaknya sebagai lembaga perbankan mencoba turut mengambil peran dalam menopang pertumbuhan ekosistem pembiayaan digital, agar tetap sehat, aman, dan terukur.

Baca Juga:
Pangkas Modal, OK Bank (DNAR) Tarik Saham Treasuri

Salah satunya dengan menjalin kemitraan strategis SPayLater, lewat dukungan pembiayaan berbasis channeling, di mana OK Bank berkontribusi dalam penyediaan dana pembiayaan, sementara SPaylater sebagai platform digital, terus aktif dalam membantu memperluas akses layanan pembiayaan bagi masyarakat.

"Bentuk kolaborasi antara perbankan dan platform digital ini menjadi bagian penting dalam mendukung percepatan inklusi keuangan nasional.
Perkembangan layanan digital mendorong kebutuhan masyarakat terhadap akses pembiayaan yang lebih cepat dan praktis," ujar Hendra.

Baca Juga:
DEWA Raih Fasilitas Pinjaman Sindikasi hingga Rp500 Miliar dari BBCA-OK Bank

Menurut Hendra, pihaknya juga melihat bahwa langkah kolaborasi dengan ekosistem digital, termasuk layanan paylater, merupakan langkah strategis dalam memperluas akses pembiayaan, dengan =tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.

Selain mendukung ekosistem pembiayaan digital melalui channeling, Hendra menjelaskan, pihaknya juga terus menghadirkan berbagai solusi pembiayaan fleksibel untuk masyarakat.

Salah satunya melalui produk OK KTA, yaitu fasilitas Kredit Tanpa Agunan dengan plafon pinjaman mulai dari Rp3 juta hingga Rp300 juta, di mana pihak OK Bank menawarkan tenor fleksibel mulai dari enam hingga 60 bulan, dengan suku bunga mulai dari 0,79 persen per bulan.

Selain itu, OK Bank juga menerapkan skema cicilan tetap, sehingga diharapkan dapat lebih membantu nasabah dalam mengelola arus kas secara lebih terukur.

"Bagi kami, kehadiran layanan pembiayaan yang praktis dan fleksibel merupakan bagian dari adaptasi nyata perbankan terhadap perubahan kebutuhan masyarakat digital," ujar Hendra.

Dalam menjalankan strategi pembiayaan digital, OK Bank juga menekankan pentingnya penerapan manajemen risiko dan prinsip responsible lending.

Hal ini mencakup proses seleksi, transparansi informasi pembiayaan, hingga pengelolaan kualitas kredit agar pertumbuhan pembiayaan tetap sehat dan berkelanjutan.

Hendra menambahkan bahwa literasi keuangan tetap menjadi aspek penting di tengah pesatnya pertumbuhan layanan digital.

"Kemudahan akses pembiayaan harus diimbangi dengan edukasi dan penggunaan yang bertanggung jawab. Kami berkomitmen untuk terus mendukung pertumbuhan ekosistem digital dengan tetap memperhatikan kualitas pembiayaan dan perlindungan konsumen," ujar Hendra.

Bagi Hendra, kolaborasi antara sektor perbankan dan platform digital juga perlu didukung oleh penerapan prinsip pembiayaan yang bertanggung jawab, transparansi informasi, serta pengelolaan risiko yang baik guna menjaga pertumbuhan ekosistem pembiayaan digital yang sehat dan berkelanjutan.

Ke depan, OK Bank melihat kolaborasi antara sektor perbankan dan platform digital akan terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan keuangan yang cepat, aman, dan terintegrasi secara digital.

"Melalui dukungan channeling dan pengembangan solusi pembiayaan yang fleksibel, OK Bank Indonesia menegaskan komitmennya dalam mendukung transformasi digital dan perluasan inklusi keuangan di Indonesia," ujar Hendra.

(taufan sukma)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Suzuki Kasih Teaser Mobil Baru, XL7 Facelift?
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Bilang Kesepakatan Belum Final, Trump Kembali Ancam akan Bom Iran
• 6 jam lalurepublika.co.id
thumb
Raffi Ahmad Tepati Janji, Lunasi Tunggakan hingga Renovasi Dua Apartemen Alm Jupe
• 11 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Penelitian Ungkap Hubungan Penampilan dan Kepercayaan Diri
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Kronologi Media Lokal Korsel Diboikot Usai Diduga Hina Son Heung Min, Berawal dari Bocornya Sebuah Rekaman
• 12 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.