Dari sisi produk, reksa dana pasar uang menjadi salah satu kontributor utama terhadap kinerja positif perusahaan.
IDXChannel - Industri reksa dana Indonesia diyakini tetap resilien di tengah tantangan pasar kuangan yang terjadi sepanjang 2026 ini. Klaim tersebut di antaranya tercermin dari data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), di mana Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana tercatat mencapai Rp685,76 triliun hingga akhir Mei 2026 lalu.
Angka tersebut dinilai mencerminkan bahwa industri reksa dana nasional masih cukup mampu dalam mempertahankan tren pertumbuhan di tengah tekanan yang terjadi di pasar keuangan sejauh ini.
Seperti halnya yang juga dialami oleh PT Sucorinvest Asset Management (Sucor AM) yang juga berhasil mencatatkan pertumbuhan positif, baik dari sisi dana kelolaan maupun jumlah investor sepanjang triwulan I-2026 lalu.
Dalam tiga bulan pertama 2026 tersebut, Sucor AM mencatatkan total dana kelolaan (Asset Under Management/AUM) sebesar Rp47,22 triliun, dengan jumlah investor aktif mencapai lebih dari 900 ribu investor.
"Capaian ini sekaligus menempatkan Sucor AM sebagai salah satu manajer investasi dengan basis investor ritel terbesar di Indonesia," ujar Direktur Investasi Sucor AM, Dimas Yusuf, dalam keterangan resminya, Rabu (17/6/2026).
Menurut Dimas, capaian tersebut berhasil diraih Sucor AM dengan didorong oleh berbagai faktor, seperti peningkatan literasi keuangan, program investasi secara rutin, serta ekspansi jaringan distribusi. Dari sisi produk, reksa dana pasar uang menjadi salah satu kontributor utama terhadap kinerja positif perusahaan.
Di tengah kondisi pasar yang membuat investor cenderung bersikap wait and see, produk pasar uang dinilai tetap menarik karena menawarkan profil risiko dan volatilitas yang relatif lebih rendah, sekaligus menjaga likuiditas investor.
"Produk Sucorinvest Money Market Fund (SMMF) mampu mencatatkan kinerja 4,78 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) dan Sucorinvest Sharia Money Market Fund (SSMMF) mencatatkan kinerja 4,47 persen YoY per 8 Juni 2026," ujar DImas.
Tingginya minat investor terhadap SSMMF, dikatakan Dimas, juga terlihat dari antusiasme pasar yang sempat membuat produk ini sold out, sehingga pihak Sucor AM harus melakukan penambahan unit penyertaan demi mengakomodasi tingginya permintaan tersebut.
Ke depan, Sucor AM akan terus memperkuat strategi investasi dan manajemen risiko untuk menjaga kinerja portofolio serta meningkatkan kepercayaan investor.
Dalam hal ini, Sucor AM akan terus melakukan analisis mendalam terhadap perkembangan arah suku bunga acuan, data ekonomi, serta kebijakan terkini yang berpotensi memengaruhi pasar obligasi maupun saham.
Untuk reksa dana saham, Sucor AM juga bakal tetap fokus pada pemilihan sahamsaham dengan fundamental yang kuat dan valuasi yang relatif menarik.
"Sementara pada reksa dana pendapatan tetap dan sukuk, kami menerapkan pengelolaan aktif melalui strategi manajemen durasi serta memperkuat analisis kualitas kredit dengan proses seleksi yang lebih ketat terhadap penerbit obligasi yang memiliki fundamental solid, profil risiko terukur, dan likuiditas memadai," ujar Dimas.
(taufan sukma)





