Ramadhan Sananta Lengkapi Gerbong Eks PSM Era Bernardo Tavares di Persebaya Surabaya

harianfajar
6 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, SURABAYA — Bursa transfer Super League 2026/2027 semakin memperlihatkan satu pola yang sulit diabaikan. Jika dalam beberapa musim terakhir PSM Makassar identik dengan proyek besar Bernardo Tavares, kini sebagian kepingan penting proyek tersebut perlahan berkumpul kembali di Surabaya.

Nama terbaru yang resmi menjadi bagian dari Persebaya Surabaya adalah Ramadhan Sananta.

Pada Rabu (17/6/2026), Green Force secara resmi memperkenalkan penyerang Timnas Indonesia tersebut sebagai rekrutan anyar mereka untuk menghadapi musim baru. Kehadirannya langsung memicu antusiasme besar di kalangan Bonek yang sejak beberapa pekan terakhir terus mengikuti aktivitas transfer klub kebanggaan mereka.

Transfer Sananta bukan sekadar penambahan amunisi di lini depan. Lebih dari itu, kedatangannya semakin menguatkan nuansa reuni besar antara Bernardo Tavares dan sejumlah pemain yang pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan sukses PSM Makassar.

Persebaya seolah sedang membangun fondasi baru dengan mengambil pemain-pemain yang telah memahami filosofi dan metode kerja pelatih asal Portugal tersebut.

Pengumuman kedatangan Sananta sendiri dilakukan melalui media sosial resmi klub dengan cara yang sederhana namun efektif menarik perhatian publik.

“Ladies and Gentlemen. Please Welcome, Ramadhan Sananta!!!”

Kalimat singkat itu langsung disambut ribuan komentar dari para pendukung Green Force.

Tidak mengherankan.

Sananta datang bukan sebagai pemain biasa. Di usia yang masih 23 tahun, ia sudah memiliki pengalaman yang relatif lengkap sebagai penyerang lokal. Ia pernah merasakan berbagai atmosfer kompetisi, mulai dari Persikabo 1973, PSM Makassar, Persis Solo hingga petualangan di Brunei DPMM FC.

Namun bagi sebagian pendukung sepak bola Indonesia, nama Sananta akan selalu memiliki keterkaitan kuat dengan PSM Makassar.

Di klub berjuluk Pasukan Ramang itulah dirinya mulai mencuri perhatian publik nasional. Ketajamannya di depan gawang membuat namanya melesat menjadi salah satu striker muda paling menjanjikan di Indonesia.

Kecepatan, keberanian berduel, naluri mencetak gol, dan kemampuannya mencari ruang di area penalti menjadi karakter yang membuatnya berbeda.

Kini, karakter tersebut akan menjadi senjata baru Persebaya.

Bagi Bernardo Tavares, kehadiran Sananta tentu menghadirkan keuntungan tersendiri. Ia tidak perlu memulai dari nol untuk memahami karakter pemain yang direkrutnya.

Sebaliknya, Tavares sudah mengetahui bagaimana cara memaksimalkan potensi sang penyerang.

Hubungan keduanya bukan hubungan antara pelatih dan pemain yang baru saling mengenal. Mereka pernah bekerja bersama dan memahami ekspektasi masing-masing.

Faktor inilah yang membuat proses adaptasi Sananta diprediksi berlangsung lebih cepat dibanding pemain baru lainnya.

Secara profil, Sananta memang menawarkan banyak hal yang dibutuhkan Persebaya.

Dengan tinggi badan 1,82 meter, ia memiliki kemampuan duel udara yang cukup baik. Kekuatan fisiknya memungkinkan dirinya bertarung dengan bek-bek lawan dalam situasi satu lawan satu.

Di sisi lain, mobilitasnya juga cukup tinggi untuk ukuran seorang striker tengah.

Ia tidak hanya menunggu bola di kotak penalti, tetapi juga aktif membuka ruang dan membantu membangun serangan.

Kemampuan tersebut menjadi salah satu alasan mengapa Tavares begitu tertarik untuk kembali bekerja sama dengannya.

Jika melihat perjalanan kariernya, statistik Sananta menunjukkan perkembangan yang cukup konsisten.

Sepanjang karier profesionalnya, ia telah tampil dalam 117 pertandingan dengan torehan 31 gol dan tujuh assist.

Catatan tersebut memang belum menempatkannya di level striker paling produktif di Asia Tenggara, tetapi cukup menunjukkan bahwa ia memiliki kapasitas untuk menjadi tumpuan lini depan sebuah tim besar.

Performa terbaiknya tercatat saat membela Persis Solo.

Bersama klub asal Jawa Tengah tersebut, Sananta mencetak 16 gol dan tiga assist dalam 58 pertandingan.

Namun jika berbicara soal efisiensi, periode bersama PSM Makassar juga layak mendapat perhatian.

Dalam 28 pertandingan, ia mampu menghasilkan 11 gol dan dua assist hanya dari total 1.334 menit bermain.

Rasio tersebut menunjukkan bahwa Sananta mampu memberikan dampak signifikan meski tidak selalu bermain penuh selama 90 menit.

Petualangannya bersama Brunei DPMM FC memang tidak seproduktif sebelumnya.

Dalam 27 pertandingan, ia hanya mencetak empat gol dan dua assist.

Meski demikian, pengalaman bermain di luar Indonesia tetap menjadi modal berharga bagi perkembangan mental dan kualitas permainannya.

Kini, tantangan baru menanti di Surabaya.

Persebaya bukan sekadar klub besar. Tekanan ekspektasi dari suporter juga termasuk yang terbesar di Indonesia.

Setiap pemain yang datang akan selalu mendapat sorotan, terutama mereka yang direkrut untuk menjadi solusi lini depan.

Karena itu, kedatangan Sananta juga membawa tanggung jawab besar.

Antusiasme Bonek yang membanjiri media sosial menjadi bukti tingginya harapan terhadap pemain asal Kepulauan Riau tersebut.

“Come on Sananta,” tulis seorang suporter.

“Gaspoll Persebaya,” sahut yang lain.

Ada pula yang mengingatkan bahwa masa adaptasi telah selesai bahkan sebelum kompetisi dimulai.

“Waktunya pembuktian, Sananta!”

Sementara sebagian pendukung lain menyambutnya dengan cara yang lebih santai.

“Welcome to Persebaya. Sananta is Green.”

Dan tentu saja ada komentar yang paling banyak mendapat perhatian.

“RAMADAN IS COMING.”

Kalimat sederhana itu menggambarkan optimisme besar para pendukung Green Force.

Kini, perhatian tertuju pada bagaimana Bernardo Tavares akan meramu skuad barunya.

Yang menarik, Sananta bukan hanya datang sebagai striker baru. Ia juga menjadi simbol semakin kuatnya jejak proyek Bernardo Tavares di Persebaya Surabaya.

Jika sebelumnya sejumlah mantan pemain PSM sudah lebih dulu dikaitkan dengan Green Force, maka kedatangan Sananta semakin memperjelas arah pembangunan tim musim depan.

Persebaya tampaknya tidak hanya membeli pemain. Mereka sedang membangun kembali chemistry, identitas, dan fondasi permainan yang pernah berhasil dijalankan Tavares bersama PSM Makassar.

Dan di tengah proyek besar tersebut, Ramadhan Sananta berpeluang menjadi salah satu figur utama yang akan menentukan sejauh mana Persebaya mampu bersaing dalam perebutan gelar Super League 2026/2027.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polisi Siapkan Reward ke Jukir Perempuan di Brebes Gagalkan Perampokan Rp 3,6 M
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Allianz Indonesia: Premi Asuransi Naik Tiap Tahun, Ini Penyebabnya
• 9 jam lalubisnis.com
thumb
Jadwal Pertandingan Grup L Piala Dunia 2026: Inggris Vs Kroasia, Gana Vs Panama
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Aksi Demo Grahadi Diwarnai Pembakaran Poster Bergambar Prabowo Presiden
• 9 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Singgung Ronaldo dan Mbappe, Ini Respons Lionel Messi Usai Samai Rekor Topskorer Piala Dunia
• 9 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.