jpnn.com - JAKARTA - Menteri Kebudayaan Fadli Zon menangkis kritik terhadap Presiden Prabowo Subianto yang sering berkunjung ke luar negeri.
Politikus Partai Gerindra itu mengatakan bahwa lawatan presiden kedelapan RI itu ke mancanegara demi diplomasi tingkat tinggi yang pasti ada hasilnya.
BACA JUGA: MBG & Kopdes Dinilai Sebagai Keberpihakan Prabowo Pada Ekonomi Akar Rumput
“Diplomasi oleh presiden itu penting dan Pak Prabowo jago diplomasi,” kata Fadli dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (17/6).
Mantan wakil ketua DPR RI itu lantas menceritakan pengalamannya mendampingi Presiden Prabowo bertemu Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad Al-Thani pada September tahun lalu.
BACA JUGA: Sebut Prabowo Selalu Diganggu, Fadli Zon Curigai Pihak Penikmat Comfort Zone
Dalam pertemuan itu, tutur Fadli, ada pembicaraan soal proyek berbiaya USD 5 miliar yang melibatkan Danantara.
“Kurang dari lima menit, Emir Qatar langsung mau investasi. Qatar mendanai setengahhya,” kata ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI periode 2019–2024.
BACA JUGA: Kerja Sama BUMN dengan PT Position di Malut Disorot, Prabowo Dianggap Cuma Omon-Omon
Dia juga mencontohkan pertemuan Prabowo dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping. Menurut Fadli, pertemuan kedua kepala negara itu langsung menghasilkan hal konkret.
“Kalau sudah dilakukan presiden itu (diplomasi, red) luar biasa, bukan omon-omon doang. Langsung jadi satu keputusan, ibaratnya sabda pandhita ratu (ucapan pemimpin yang setelah diucapkan tidak boleh dipungkiri, red),” imbuhnya.
Oleh karena itu, Fadli mengatakan kunjungan kerja Presiden Prabowo ke luar negeri bukan untuk jalan-jalan.
Menurut Fadli, ketua umum Partai Gerindra itu sudah punya banyak pengalaman hidup di luar negeri.
“Beliau lama di luar negeri, bukan orang yang kepengin ke luar negeri dengan memanfaatkan jabatan presiden,” ucap Fadli. (esy/jpnn.com)
Redaktur : M. Kusdharmadi
Reporter : Mesyia Muhammad




