Starbucks Korea Tutup Lebih Awal Semua Gerai, Ini Fakta di Balik Kontroversi Promosi "SS Tank"

kompas.tv
4 jam lalu
Cover Berita
Sebuah papan nama Starbucks terpampang di Seoul, Korea Selatan, Selasa, 26 Mei 2026. (Sumber: AP Photo/Lee Jin-man)

SEOUL, KOMPAS.TV — Starbucks Korea akan menutup seluruh gerainya secara serentak lebih awal pada Senin (22/6/2026) untuk memberikan ruang bagi seluruh karyawan mengikuti pelatihan sejarah dan sensitivitas sosial.

Kebijakan tersebut diambil setelah perusahaan menuai kritik publik akibat kampanye pemasaran produk yang dianggap tidak sensitif terhadap tragedi sejarah Korea Selatan, khususnya peristiwa Gerakan Demokratisasi Gwangju pada 1980.

Seluruh gerai Starbucks Korea dijadwalkan tutup pada pukul 15.00 waktu setempat. 

Baca Juga: Starbucks Korea Tutup Gerai Lebih Awal Usai Kontroversi Kampanye Tumbler Singgung Tragedi Gwangju

Berikut sejumlah fakta di balik keputusan penutupan sementara gerai Starbucks Korea yang dilansir dari Associated Press:

1. Pelatihan Sejarah untuk Seluruh Karyawan

Penutupan gerai lebih awal dilakukan agar seluruh karyawan Starbucks Korea dapat mengikuti program pelatihan wajib mengenai sejarah dan sensitivitas sosial.

Dalam pelatihan tersebut, karyawan akan menyaksikan rekaman sesi edukasi yang membahas konteks sejarah serta pentingnya memahami isu sosial yang memiliki makna besar bagi masyarakat Korea Selatan.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk mencegah terulangnya kesalahan serupa dalam aktivitas pemasaran di masa mendatang.

2. Kontroversi Nama Produk dan "Tank Day"

Kontroversi bermula ketika Starbucks Korea meluncurkan promosi produk tumbler berbahan stainless steel bernama "SS Tank".

Dalam kampanye tersebut, perusahaan menetapkan 18 Mei sebagai "Tank Day".

Baca Juga: Klarifikasi Purbaya soal Pegawai Bea Cukai Tiap Hari Nongkrong di Starbucks

Keputusan itu langsung menuai kritik karena tanggal 18 Mei merupakan hari peringatan Gerakan Demokratisasi Gwangju pada 1980.

Pada peristiwa tersebut, pemerintahan militer Korea Selatan mengerahkan pasukan, tank, dan helikopter untuk menangani aksi protes pro-demokrasi di Kota Gwangju.

Penindakan tersebut menyebabkan ratusan orang meninggal dunia dan terluka.

3. Slogan Kampanye Dikaitkan dengan Kasus Park Jong-chol

Kontroversi semakin besar karena kampanye tersebut menggunakan slogan "Thwack it on the table!".

Ungkapan tersebut dianggap sebagian masyarakat Korea Selatan mengingatkan pada kasus kematian aktivis mahasiswa Park Jong-chol pada 1987.

Penulis : Rizky L Pratama Editor : Desy-Afrianti

1
2
Show All

Sumber : Associated Press

Tag
  • Starbucks Korea
  • Starbucks tutup gerai
  • Starbucks Korea tutup
  • kontroversi Starbucks Korea
  • SS Tank Starbucks
  • promosi Starbucks kontroversial
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Khawatir Gempa Susulan, Warga Palu Terpaksa Tidur di Luar Rumah
• 20 jam laludetik.com
thumb
Budiman Sudjatmiko Buka Suara Usai Diskusi UGM Dibubarkan: Saya Mau Berdialog Sehat dengan Mahasiswa
• 16 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Kebiasaan yang Bikin Boros Plastik
• 10 jam lalubeautynesia.id
thumb
Bahlil Siapkan Program Kompor Listrik di 2027, Segini Anggarannya
• 16 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Profil Vozinha, Kiper Tanjung Verde yang Viral Usai Tahan Serangan Tim Spanyol di Piala Dunia, Kini Raih 11 Juta Followers
• 11 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.