SEOUL, KOMPAS.TV — Starbucks Korea akan menutup seluruh gerainya secara serentak lebih awal pada Senin (22/6/2026) untuk memberikan ruang bagi seluruh karyawan mengikuti pelatihan sejarah dan sensitivitas sosial.
Kebijakan tersebut diambil setelah perusahaan menuai kritik publik akibat kampanye pemasaran produk yang dianggap tidak sensitif terhadap tragedi sejarah Korea Selatan, khususnya peristiwa Gerakan Demokratisasi Gwangju pada 1980.
Seluruh gerai Starbucks Korea dijadwalkan tutup pada pukul 15.00 waktu setempat.
Baca Juga: Starbucks Korea Tutup Gerai Lebih Awal Usai Kontroversi Kampanye Tumbler Singgung Tragedi Gwangju
Berikut sejumlah fakta di balik keputusan penutupan sementara gerai Starbucks Korea yang dilansir dari Associated Press:
1. Pelatihan Sejarah untuk Seluruh KaryawanPenutupan gerai lebih awal dilakukan agar seluruh karyawan Starbucks Korea dapat mengikuti program pelatihan wajib mengenai sejarah dan sensitivitas sosial.
Dalam pelatihan tersebut, karyawan akan menyaksikan rekaman sesi edukasi yang membahas konteks sejarah serta pentingnya memahami isu sosial yang memiliki makna besar bagi masyarakat Korea Selatan.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk mencegah terulangnya kesalahan serupa dalam aktivitas pemasaran di masa mendatang.
Kontroversi bermula ketika Starbucks Korea meluncurkan promosi produk tumbler berbahan stainless steel bernama "SS Tank".
Dalam kampanye tersebut, perusahaan menetapkan 18 Mei sebagai "Tank Day".
Baca Juga: Klarifikasi Purbaya soal Pegawai Bea Cukai Tiap Hari Nongkrong di Starbucks
Keputusan itu langsung menuai kritik karena tanggal 18 Mei merupakan hari peringatan Gerakan Demokratisasi Gwangju pada 1980.
Pada peristiwa tersebut, pemerintahan militer Korea Selatan mengerahkan pasukan, tank, dan helikopter untuk menangani aksi protes pro-demokrasi di Kota Gwangju.
Penindakan tersebut menyebabkan ratusan orang meninggal dunia dan terluka.
Kontroversi semakin besar karena kampanye tersebut menggunakan slogan "Thwack it on the table!".
Ungkapan tersebut dianggap sebagian masyarakat Korea Selatan mengingatkan pada kasus kematian aktivis mahasiswa Park Jong-chol pada 1987.
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Associated Press
- Starbucks Korea
- Starbucks tutup gerai
- Starbucks Korea tutup
- kontroversi Starbucks Korea
- SS Tank Starbucks
- promosi Starbucks kontroversial





