Di Balik Langkah Berbahaya Israel Ambil Alih Masjid Ibrahimi Hebron

republika.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Pemerintah Israel secara sepihak menyatakan akan mengambil alih wewenang perencanaan dan pembangunan kawasan Masjid Ibrahimi di Hebron, Tepi Barat yang diduduki, dari otoritas Palestina. Langkah ini sekaligus membatalkan sebagian poin dari Perjanjian Hebron yang telah disepakati sejak dekade 1990-an.

Menteri Keuangan Israel berpaham ekstremis, Bezalel Smotrich, mengumumkan pada Selasa waktu setempat bahwa ia telah "menghapus" bagian dari Perjanjian Hebron 1997 (Hebron Agreement). Poin yang dihapus tersebut sebelumnya memberikan hak kepada Dewan Kotamadya Palestina di Hebron untuk mengendalikan perencanaan, zonasi, dan pembangunan di Zona H2—wilayah kota yang berada di bawah kendali keamanan Israel.

Para pengamat internasional menggambarkan langkah sepihak Israel ini sebagai keputusan yang "sangat berbahaya". "Selama bertahun-tahun, Hebron telah menjadi kota dengan tingkat ketegangan tertinggi di Tepi Barat," ujar Chris Doyle, Direktur Dewan Rekonsiliasi Arab-Inggris (Council for Arab-British Understanding), kepada Al Jazeera.

"Setiap langkah yang mengubah tatanan yang ada di Hebron demi memperkuat pendudukan Israel adalah tindakan yang sangat berbahaya."

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Masjid Ibrahimi: Titik Sakral Tiga Agama

Masjid Ibrahimi, yang terletak di Kota Tua Hebron, merupakan situs suci yang dihormati dalam tiga agama samawi (Islam, Kristen, dan Yahudi). Tempat ini diyakini sebagai makam Nabi Ibrahim, Nabi Ishaq, Nabi Ya'qub, beserta istri-istri mereka.

Bagi Umat Yahudi dan Kristen, situs ini dikenal dengan nama Makam atau Gua Para Leluhur (Tomb/Cave of the Patriarchs). Untuk umat Islam, tempat suci ini dibangun menjadi Masjid Ibrahimi (Situs Perlindungan Ibrahim) pada abad ke-14, memperluas dinding luar yang awalnya dibangun oleh Raja Romawi, Herodes, pada abad pertama SM.

Secara historis, kompleks ini kerap menjadi titik amuk kekerasan. Pada 1994, seorang pemukim Yahudi ekstremis berdarah Amerika-Israel melakukan pembantaian dengan menembak mati 29 jemaah Muslim yang sedang sholat di dalam masjid, serta melukai 125 orang lainnya.

Palestinian protesters confront Israeli security forces during a rally against the eviction of more than one thousand Palestinians in the West Bank village of Yatta, 17 June 2022. Israels supreme court rejected on 07 May a petition against the evictions of Palestinians from Masafer Yatta, south of Hebron. - (EPA-EFE/ABED AL HASHLAMOUN)

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gibran Pastikan Pemerintah Komitmen Perbaiki Tata Kelola MBG dan Kopdes
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Pengaruh Tiongkok Kini Meluas ke Seluruh Dunia Demokratis
• 11 jam laluviva.co.id
thumb
Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi PPPK Sekolah Rakyat 2026 Diundur, Ini Jadwal Terbarunya
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
Cara dan Syarat Membuat SIM D untuk Penyandang Disabilitas
• 16 jam lalukompas.tv
thumb
G7 akan tambah bantuan militer Ukraina, sambut kesepakatan AS-Iran
• 5 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.