Ketua BEM UI Pastikan Bakal Kembali Gelar Aksi di Bundaran HI

rctiplus.com
3 jam lalu
Cover Berita
Ketua BEM UI Pastikan Bakal Kembali Gelar Aksi di Bundaran HINasional | okezone | Rabu, 17 Juni 2026 - 20:39

JAKARTA - Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), Yatalathof Ma’shum Imawan menegaskan akan kembali menggelar aksi di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, dengan mengajak berbagai elemen mahasiswa dan masyarakat untuk menyuarakan berbagai persoalan yang dinilai membebani rakyat.

Diketahui, BEM UI sebelumnya telah menggelar aksi di Bundaran HI pada Jumat 12 Juni 2026. Rencana aksi lanjutan tersebut disampaikan Yatalathof saat menjadi narasumber dalam program Rakyat Bersuara di iNews TV, Rabu (17/6/2026) malam.

“Yang pasti dalam hal ini BEM UI akan mengajak seluruh BEM dan juga elemen masyarakat lainnya untuk kita turun lagi di Bundaran HI. Tanggalnya akan kita tentukan nanti akan kita umumkan. Masih ada konsolnas dulu, kita konsolidasi,” ujar Yatalathof.

Baca Juga:Cerita Jokowi Sering Yoga Biar Badan Segar usai Joging di Stadion Manahan

Menurutnya, aksi tersebut bertujuan untuk menyuarakan berbagai persoalan yang disebutnya sebagai "kemacetan mobilitas sosial" yang dirasakan masyarakat saat ini. “Yang penting adalah agar kemacetan mobilitas sosial, kemacetan lapangan kerja, dan kemacetan cara bertahan hidup, serta masa depan bisa didobrak oleh bersatunya para rakyat ini, begitu kira-kira,” imbuhnya.

Yatalathof menilai masyarakat saat ini menghadapi tekanan ekonomi yang semakin berat. Ia mencontohkan kenaikan harga kebutuhan pokok serta meningkatnya biaya hidup yang dirasakan langsung masyarakat.

“Itu kan sudah jelas ya ketika kita datang ke toko kelontong misalkan harga-harga pada naik begitu kan. Kemudian ketika kita ingin bertransportasi, harga BBM juga naik begitu yang non subsidi Pertamax,” ujarnya.

Selain persoalan ekonomi, Yatalathof juga menyoroti isu ketimpangan dan dugaan praktik korupsi yang kerap menjadi sorotan publik. Menurutnya, di tengah berbagai persoalan tersebut masih banyak tenaga pendidik yang menerima penghasilan di bawah standar kebutuhan hidup layak.

“Terus juga misalkan kita bisa melihat bahwa ketika kita buka berita, ketika kita bangun pagi itu isinya adalah ketidakadilan misalkan MBG korupsi triliunan per bulan gitu kan. Tapi sisi lain kita juga melihat kenyataan bahwa ketika ke kampus atau ke sekolah, guru atau dosen kita gaji yang masih dibawah UMR begitu,” paparnya.

Baca Juga:Sebanyak 70.758 Jemaah Indonesia Tercatat Lakukan Pembayaran Dam Haji

“Terus juga saudara-saudara kita ketika berobat kesehatan BPJS-nya juga masih iurannya cukup tidak terjangkau, cukup mahal dengan kondisi sekarang begitu kan,” tambah Yatalathof.

Ia menegaskan berbagai persoalan tersebut menjadi alasan mahasiswa untuk terus menyuarakan aspirasi melalui aksi turun ke jalan. “Hal-hal itulah yang akan membuat kami selalu turun ke jalan,” tegasnya.

#nasional

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tak Temui Mahasiswa Saat Demo, Wagub Jateng: Tuntutan Jadi Kewenangan Pusat
• 5 jam lalurepublika.co.id
thumb
Pramono Temui 2 Menteri Singapura, Bahas Investasi dan Transportasi Jakarta
• 15 jam lalukompas.com
thumb
PPATK Minta Tambahan Anggaran Rp516,4 Miliar untuk Perkuat Pemberantasan TPPU hingga Judol
• 10 jam laluidxchannel.com
thumb
Pemerintah bakal Menata SPPG Selama Libur Sekolah
• 14 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Video: Pipa Gas Cisem II Beroperasi Hingga Harga Pertamax Naik
• 20 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.