Soroti Film Pesta Babi, Pengamat Ajak Publik Belajar dari Kasus Timor Timur

okezone.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA  - Pengamat politik Rico Marbun meminta publik mencermati potensi penggunaan film Pesta Babi sebagai bagian dari upaya membawa isu Papua ke ranah internasional. Publik perlu mewaspadai risiko dimanfaatkannya untuk kepentingan yang berkaitan dengan agenda disintegrasi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pengalaman lepasnya Timor Timur menjadi Timor-Leste, kata Rico, menunjukkan adanya pola yang perlu menjadi pembelajaran. Menurutnya, proses tersebut berlangsung melalui tiga tahapan, yaitu pemilihan momentum dan isu keluhan, internasionalisasi isu, dan intervensi asing.

"Tragedi Santa Cruz tahun 1991 dijadikan momentum untuk membawa isu Timor Timur ke panggung internasional. Setelah itu muncul berbagai jaringan advokasi yang mendorong tekanan internasional terhadap Indonesia hingga akhirnya membuka jalan menuju referendum," kata Rico dalam keterangannya, Rabu (17/6/2026).

Baca Juga :
Heboh Film Pesta Babi, Gubernur Apolo: Pembangunan di Papua Selatan Tak Boleh Berhenti!

"Saya tidak mempersoalkan film sebagai media kritik terhadap kebijakan negara. Yang perlu dicermati adalah penggunaan diksi, seperti istilah 'kolonialisme' yang berpotensi dijadikan sebagai instrumen internasionalisasi isu Papua, sebagaimana yang pernah terjadi dalam kasus Timor Timur," tuturnya.

Alumni Rajaratnam School of International Studies (RSIS) Singapura itu pun mendorong pemerintah dan masyarakat untuk tetap menjaga ruang demokrasi. Namun, pada saat yang sama meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai narasi yang berpotensi mengarah pada ancaman terhadap keutuhan NKRI.

Baca Juga :
Polisi Ungkap Progres Laporan Mama Sinta Terkait Film Pesta Babi

"Pelajaran dari Timor Timur jangan sampai terulang. Kita harus menjaga ruang demokrasi sekaligus tetap waspada terhadap narasi yang dapat dimanfaatkan untuk mendorong disintegrasi bangsa," pungkasnya.
 

(Arief Setyadi )


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Diam-Diam Pejabat Negara Arab Ini Kunjungi israel, Ada Apa?
• 1 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Prudential Syariah Bayar Klaim dan Santunan Rp8,5 Triliun kepada 325 Ribu Peserta
• 5 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
PDI Perjuangan Sebut BEM Bersatu Punya Tujuan Membunuh Gerakan Mahasiswa yang Independent
• 3 jam lalukompas.tv
thumb
Ketua KPK Bongkar Mentalitas ASN yang Jadi Pintu Masuk Korupsi!
• 11 jam laluokezone.com
thumb
Istana Ungkap Alasan Prabowo Tidak Hadiri Agenda KTT Asean-Rusia di Kazan
• 7 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.