JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memastikan kebijakan efisiensi anggaran tidak mengurangi alokasi untuk penerima bantuan sosial (bansos) dan kuota siswa Sekolah Rakyat (SR) tahun ini.
Saifullah menuturkan, kebijakan efisiensi hanya yang berkaitan dengan operasional kementerian/lembaga, sementara bantuan sosial tidak ikut terpangkas.
"Ya tentu yang berkaitan dengan operasional ada efisiensi. Tapi yang berkaitan dengan bantuan sosial untuk para penerima manfaat, tidak ada pengurangan sama sekali," tutur Gus Ipul di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat, Rabu (17/6/2026).
Baca juga: Mensos: Keluarga Siswa Sekolah Rakyat Dapat Bansos hingga Bedah Rumah
Gus Ipul menuturkan, pada tahun lalu pun Presiden RI Prabowo Subianto justru menambah anggaran untuk bansos.
"Jadi yang sifatnya bansos, bantuan-bantuan sosial, insyaallah tidak ada yang dikurangi," imbuhnya.
Ia menyebut, pos anggaran yang terkena efisiensi yakni berupa pos penyelenggaraan kegiatan rapat-rapat kerja, kedinasan hingga program pelatihan bagi para pendamping sosial di daerah.
"Maka kami mencoba memilih dan memilah yang terkait dengan operasional dan bisa ditunda pelaksanaannya, itu tentu kami lakukan. Kegiatan-kegiatan yang mungkin pelatihan untuk para pendamping, kemudian rapat-rapat, itu tunda yang seperti itu," jelasnya.
Baca juga: Efisiensi Anggaran, BGN Bakal Pangkas 8 Juta Penerima MBG Tahun Depan
Adapun, total porsi anggaran yang digunakan untuk keperluan operasional 45.000 siswa SR pada tahun ini sebesar Rp 4,3 triliun dari APBN.
Gus Ipul mengajukan kenaikan anggaran Sekolah Rakyat ke Komisi VIII DPR RI agar sesuai kebutuhan untuk menampung 100.000 siswa pada tahun 2027.
"Ya kami harapkan sih dua kali lipat ya, dari Rp 4 triliun sekian itu menjadi Rp 8 triliun sekian lah. Saya tidak ingat betul angkanya," kata Gus Ipul.
Lebih lanjut, Gus Ipul menyebut kalau siswa-siswi Sekolah Rakyat kini sudah menunjukkan perubahan positif menjadi lebih baik dari sebelumnya.
Selain itu, banyak siswa Sekolah Rakyat yang menjadi berprestasi dan sehat karena mendapat terpenuhinya asupan gizi.
"Yang patut dicatat pertama-tama bahwa secara fisik, siswa-siswa Sekolah Rakyat sekarang jauh lebih bugar, lebih sehat, lebih disiplin, lebih percaya diri, dan yakin terhadap masa depannya," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




