Antrean Haji Turun Jadi 26 Tahun, Prabowo Minta Masa Tunggu Dipersingkat Lagi

katadata.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Presiden Prabowo Subianto meminta Kementerian Haji dan Umrah mencari terobosan untuk memperpendek masa tunggu keberangkatan haji meski pemerintah telah menurunkan antrean menjadi maksimal 26 tahun di sejumlah daerah.

Keterangan tersebut disampaikan oleh Menteri Haji dan Umrah, Mochammad Irfan Yusuf, setelah mengikuti rapat evaluasi penyelenggaraan ibadah haji yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Rabu (17/6).

Irfan Yusuf menyampaikan bahwa Prabowo menginstruksikan penurunan masa tunggu haji masih perlu ditingkatkan. Ia mengatakan pemerintah saat ini dapat menekan masa tunggu keberangkatan yang sebelumnya mencapai 35 hingga 40 tahun di sejumlah daerah.

Irfan mencontohkan masa tunggu di Sulawesi Selatan yang sempat mendekati 50 tahun kini dapat dipersingkat menjadi maksimal 26 tahun.

“Bagi presiden masih belum memuaskan, beliau berpikir untuk bagaimana caranya agar bisa lebih cepat lagi. Dan kami dari Kementerian dan DPR pasti harus berpikir keras untuk mewujudkan itu,” kata Irfan Yusuf setelah pertemuan dengan Prabowo.

Kepala Badan Penyelenggara Haji 2024-2025 itu menyebut rata-rata jemaah yang berangkat pada tahun ini berasal dari kelompok pendaftar dengan masa tunggu sekitar 13 hingga 14 tahun.

Rapat evaluasi penyelenggaraan haji kali ini juga dihadiri oleh Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak. Selain itu, turut serta Ketua Tim Koordinator Pengawas Haji DPR Sekaligus Wakil Ketua DPR, Cucun Ahmad Syamsurijal.

Cucun mengatakan dalam pertemuan tersebut ia melaporkan hasil pengawasan terhadap mekanisme keberangkatan jemaah, termasuk penerapan sistem imigrasi yang dinilai semakin efektif dalam mencegah keberangkatan jemaah ilegal. Selain itu, Cucun turut melaporkan capaian peningkatan kualitas layanan akomodasi jamaah.

Salah satu peningkatan layanan yang dimaksud yakni menempatkan sekitar 17 ribu jemaah haji reguler di zona 1 Madinah yang berada di sekitar Masjid Nabawi. Cucun berpedapat, penempatan tersebut memungkinkan jemaah menginap di hotel-hotel berbintang lima dengan jarak yang dekat dari Masjid Nabawi.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu juga menyampaikan bahwa peningkatan kualitas layanan juga menyasar pada konsumsi bagi jemaah haji.

Ia menyebut Kementerian Haji dan Umrah telah melakukan negosiasi dengan para kemitraan di Arab Saudi sehingga pilihan menu makanan yang disajikan kepada jemaah menjadi lebih sesuai dengan Jemaah Indonesia.

“Kalau misalkan di tahun-tahun sebelumnya nasinya keras, kalau kemarin sudah lebih adaptif lagi, ramah dengan orang Indonesia karena berasnya kami kirim dari Indonesia,” ujar Cucun.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Katua Kadin: Industri Butuh 30-60 Hari untuk Pulih Usai Selat Hormuz Dibuka
• 4 jam lalubisnis.com
thumb
ESDM Terbitkan Aturan Baru, Blending Batu Bara Harus Dapat Persetujuan Bahlil
• 17 detik laluidxchannel.com
thumb
Rabu pagi harga emas tiga jenama di Pegadaian kompak tidak bergerak
• 17 jam laluantaranews.com
thumb
Dharma Pongrekun Revisi 85 Persen Subtansi Gugatan UU Kesehatan
• 7 jam lalurctiplus.com
thumb
Kuasa Hukum Catat 10 Perbedaan Perkara Nadiem dan Ibam
• 1 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.