Matamata.com - Kanselir Jerman Friedrich Merz menyatakan bahwa Eropa siap membuka pintu komunikasi dan berunding dengan Rusia guna menyelesaikan konflik di Ukraina secara damai. Pernyataan ini menegaskan posisi Eropa yang ingin terlibat aktif dalam proses diplomasi.
"Kami siap untuk melakukan negosiasi damai," ujar Merz dalam konferensi pers di sela-sela KTT G7 di Prancis, Selasa (16/6/2026).
Merz menekankan bahwa dalam potensi perundingan masa depan, Eropa tidak boleh absen dan harus mengambil peran mendampingi Amerika Serikat. Menurutnya, format diplomasi yang ideal harus melibatkan seluruh pihak yang berkepentingan langsung.
"Kami selalu berada di posisi ini: Ukraina, Rusia, Eropa, dan AS harus duduk bersama di satu meja perundingan. Hari ini, hal tersebut sama sekali bukan lagi subjek perdebatan," tegas Merz.
Meski membuka peluang dialog, Merz menggarisbawahi bahwa posisi tersebut tidak akan menyurutkan komitmen Barat. Ia memastikan Eropa akan terus meningkatkan dukungan serta bantuan bagi Ukraina yang tengah menghadapi invasi.
Langkah diplomasi ini tampaknya masih membentur tembok tebal. Merespons sinyal dari Eropa, Kementerian Luar Negeri Rusia justru melayangkan tudingan miring. Moskow menilai Uni Eropa tidak sepenuhnya berkomitmen terhadap perundingan damai karena masih menunjukkan sikap yang bermusuhan terhadap Rusia. (Antara)




