Kesepakatan AS-Iran Belum Final, Trump Ancam Kembali Bombardir Teheran

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan kembali melancarkan serangan terhadap Iran apabila tidak puas dengan kesepakatan yang tengah dirancang untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah.

Berbicara dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 di Evian, Prancis, Rabu (17/6/2026), Trump mengatakan bahwa rancangan kesepakatan antara AS dan Iran yang akan diformalkan melalui penandatanganan nota kesepahaman di Jenewa pada Jumat mendatang masih belum bersifat final.

“Ini adalah nota kesepahaman. Jika saya tidak menyukainya, kami akan kembali menembaki mereka, menjatuhkan bom di atas kepala mereka. Jika mereka tidak berperilaku baik, kami akan kembali menjatuhkan bom,” ujar Trump dikutip CNBC International, Rabu (17/6/2026).

Nota kesepahaman tersebut disebut akan memperpanjang gencatan senjata antara AS dan Iran selama 60 hari sekaligus menjadi kerangka bagi perundingan lanjutan terkait program nuklir Teheran dan sejumlah isu strategis lainnya.

Di tengah upaya diplomasi tersebut, sedikitnya tiga kapal tanker minyak Iran dilaporkan berhasil melintasi blokade Angkatan Laut AS di Selat Hormuz pada Rabu. Pengiriman tersebut menjadi yang pertama dalam dua bulan terakhir dan dinilai sebagai sinyal adanya terobosan dalam hubungan kedua negara.

Sebelumnya, Wakil Presiden AS JD Vance menyampaikan bahwa masih banyak rincian yang harus diselesaikan dalam proses negosiasi. Namun, dia optimistis posisi Washington tetap kuat dalam pembicaraan selanjutnya.

“Masih banyak detail yang harus dirampungkan, tetapi kami memegang semua kartu,” ujarnya dalam wawancara dengan CNBC pada Senin.

Konflik Timur Tengah bersama perang Rusia-Ukraina menjadi agenda utama dalam pertemuan G7 tahun ini. Para pemimpin Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Jerman, Kanada, Italia, dan Jepang berkumpul di Evian bersama perwakilan Uni Eropa dan Ukraina.

Usai bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy pada Selasa, Trump juga mendesak Rusia untuk segera mencapai kesepakatan damai.

“Rusia telah kehilangan sangat banyak orang, begitu juga Ukraina,” kata Trump kepada wartawan.

Selain isu geopolitik, agenda KTT G7 pada Rabu juga akan membahas perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan kedaulatan teknologi global. Sejumlah tokoh industri teknologi seperti CEO OpenAI Sam Altman, CEO Anthropic Dario Amodei, dan CEO Google DeepMind Demis Hassabis dijadwalkan menghadiri forum tersebut.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kronologi Pria Lecehkan Anjing di Jakarta Utara Terungkap, Datang Sendirian ke Toko Hewan hingga Kepergok Karyawan
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
Akhiri Program Buyback, MBMA Serap 492,68 Juta Saham 
• 14 jam laluidxchannel.com
thumb
Mahasiswa POR FIP UMJ Raih Medali di Kejuaraan Jiujitsu Internasional dan Nasional
• 5 jam lalurepublika.co.id
thumb
Wali Kota Parepare Perketat Disiplin ASN: Kehadiran Jadi Kunci Evaluasi TPP, Sanksi Siap Menanti
• 13 jam laluharianfajar
thumb
Antusias Penggemar Tinggi, BTS Resmi Tambah Hari Konser di Jakarta
• 10 jam lalucumicumi.com
Berhasil disimpan.