HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Jelang peringatan Hari Anak Nasional pada 23 Juli 2026, film “Ghost Buzzer” hadir sebagai tontonan horor fantasi yang ramah anak dan mendapat dukungan penuh dari tokoh anak nasional, Kak Seto. Film ini mengusung petualangan empat sahabat yang menggunakan alat pendeteksi hantu untuk memecahkan berbagai kasus misteri, sekaligus memperkenalkan dunia gaib dengan cara yang tidak menakutkan bagi anak-anak.
Ghost Buzzer merupakan karya dari Aditya Gumay dari Sanggar Ananda bersama Ko Amirullah dari M8 Pictures, dengan arahan sutradara Agus dan Amir Gumay. Film ini menampilkan empat karakter utama, yaitu Udin (Rafael Fernando), Nizam (Nevan Atallah), Raka (Claudio Alexandre), dan Chacha (Charissa Putri), yang berpetualang menyelidiki fenomena dunia gaib dengan alat sederhana hasil kreativitas mereka.
Ko Amirullah, Executive Producer M8 Pictures, menjelaskan bahwa film ini berbeda dari film horor pada umumnya karena tidak mengandalkan adegan jumpscare berlebihan. “Ini adalah konsep Horor yang Ramah Anak jadi berbeda dengan film horor pada umumnya, Ghost Buzzer tidak mengandalkan adegan jumpscare yang berlebihan. Film ini lebih menonjolkan unsur petualangan, fantasi, dan misteri yang seru, sehingga aman ditonton oleh anak-anak dan tetap menarik untuk seluruh anggota keluarga,” jelas Ko Amirullah.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa unsur komedi menjadi kekuatan utama film ini. Humor yang disajikan ringan, segar, dan mudah dipahami oleh penonton muda, sehingga mampu menciptakan suasana yang menghibur tanpa mengurangi keseruan cerita.
Kak Seto, Ketua Umum LPAI dan penggagas Sahabat Anak Indonesia, menyambut baik film ini dan memberikan apresiasi tinggi. “Salut dan terima kasih ke pihak M8 Pictures perkenalkan genre beda dan bikin anak Anda tidak takut dengan hantu/setan. Dunia Ghaib sepatutnya dikenalkan sejak dini agar tidak terkesan menakut-nakuti dan ada respectnya juga terpenting tidak takut sama sekali melainkan takutnya itu sama Allah SWT,” jelas Kak Seto saat ditemui usai special screening pada Rabu, 17 Juni 2026.
Acara nobar tersebut dihadiri oleh pelajar dari SMPN 200 Rorotan Jakarta Utara, mahasiswa Fakultas Psikologi YAI Jakarta bersama dekan Koenz, para orang tua anak dengan difabel, guru dari Menteng dan Kenari, PGRI, serta pejabat dari Direktorat FMS Ditjen PPPK Kemenbud RI.
Mereka kompak memberikan penilaian STLS SU (Segala Usia) untuk film Ghost Buzzer yang akan tayang pada Kamis, 16 Juli 2026.
Film ini bercerita tentang empat anak yang menjalin persahabatan kuat dan memiliki kegemaran unik untuk menyelidiki fenomena dunia gaib. Petualangan mereka membawa mereka bertemu berbagai makhluk astral dengan karakter berbeda, hingga menemukan arwah seorang anak yang terjebak di alam gaib dan memohon bantuan.
Misi penyelamatan tersebut sarat dengan tawa, ketegangan, dan pesan moral tentang persahabatan, keberanian, kerja sama, serta empati. Film ini tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan nilai-nilai positif yang dapat menginspirasi anak-anak dan keluarga.
Ko Amirullah mengungkapkan rasa syukurnya atas dukungan LSF yang memberikan sertifikat layak tayang dengan kategori SU untuk poster dan trailer, serta berharap durasi film sekitar 90 menit juga mendapatkan penilaian serupa.
“Saya senang sekali film saya ini raih STLS SU- Segala Usia untuk poster dan trailer sementara menanti untuk filmnya berdurasi kurang lebih 90 menit semoga juga SU,” papar Ko Amirullah saat mendampingi Kak Seto.
Jangan lewatkan tayangan Ghost Buzzer pada Kamis, 16 Juli 2026, sebagai sajian spesial untuk anak Indonesia di Hari Anak Nasional 2026. (*/)





