Bisnis.com, SEMARANG - PT BYD Indonesia melangkah dengan percaya diri untuk memperluas jaringan penjualannya. Presiden Direktur BYD Indonesia, Eagle Zhao, menyebut pada tahun ini jumlah showroom yang dimiliki di Indonesia bakal menjangkau 100 titik.
"[Saat ini], kami sudah mengoperasikan 90 dealer dan showroom se-Indonesia. Bukan tantangan yang sulit bagi kami untuk membuka 100 dealer pada tahun ini," ujar Eagle usai membuka BYD Tech-Culture Fest di Kota Semarang pada Rabu (17/6/2026).
Pada hari yang sama, BYD ikut meresmikan empat titik penjualan baru di wilayah Jawa Tengah sehingga jaringan penjualan pabrikan otomotif asal Cina itu genap menjadi lima dealer.
Baca Juga
- BYD, Chery hingga DFSK Berebut Pasar PHEV saat Harga BBM Melambung
- BYD Buka Suara soal Penyebab Kontainer Menumpuk di Tanjung Priok
- Penjualan Mobil Listrik BYD Terkoreksi Mei 2026, Jaecoo hingga Chery Stabil
Meskipun demikian, Eagle mengakui bahwa penjualan produk BYD saat ini masih terkonsentrasi di wilayah Jabodetabek. Namun demikian, pabrikan otomotif asal Cina itu menegaskan langkah ekspansifnya, seperti yang dilakukan di Jawa Tengah dengan meresmikan 4 showroom anyar yang semakin memperkuat penjualan BYD di Pulau Jawa.
Di luar Jawa, BYD Indonesia ikut menggandeng mitra penjualan untuk bisa menjangkau wilayah Sumatera, Sulawesi, hingga Bali.
Perluasan jaringan penjualan tersebut didasari oleh keyakinan perusahaan akan transisi pengguna kendaraan konvensional (Internal Combustion Engine/ICE) ke listrik (Electric Vehicle/EV) di Indonesia.
"Transformasi yang terjadi di Indonesia ini luar biasa, tetapi bagi kami ini baru permulaan. Karena Indonesia terus menuju transisi mobilitas, masih ada potensi ke depan. Artinya, masih ada konsumen yang mempertimbangkan mobil EV pertama mereka," tutur Eagle.
Dari sisi volume penjualan, BYD mengklaim telah mencatatkan penyerahan sebanyak 91.000 unit kendaraan kepada konsumen di seluruh Indonesia. Angka tersebut berkontribusi lebih dari 40% dari total populasi kendaraan listrik secara nasional.
Adapun isu penurunan penjualan yang terjadi belakangan, kata Eagle, dapat dilihat sebagai dinamika statistik yang dipengaruhi oleh banyak faktor. "Beberapa dari faktor grosir, ritel, juga faktor lain. Yang bisa saya katakan, BYD masih memimpin dalam industri EV di Indonesia," tegasnya.
Untuk mempertahankan dominasi tersebut, BYD ikut menerapkan strategi diversifikasi produk melalui pemanfaatan platform teknologi Dual Mode (DM) yang disematkan dalam lini plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) terbarunya, BYD M6. Produk tersebut diposisikan sebagai andalan di kelas Multi Purpose Vehicle (MPV) PHEV yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan segmen keluarga di Indonesia.
Melalui dealer-dealer baru yang diresmikan, BYD berkomitmen meluncurkan lebih banyak model berbasis platform DM guna memastikan setiap produk yang diproduksi mengusung teknologi termutakhir untuk menjawab ragam kebutuhan konsumen.





