Bukan Lari, Ternyata Ini Olahraga Paling Aman untuk Pria yang Kelebihan Berat Badan

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Obesitas pada pria bukan hanya berkaitan dengan kondisi fisik, tetapi juga dapat berdampak pada kesehatan secara keseluruhan. Risiko seperti penyakit jantung, diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, hingga gangguan pada sendi menjadi lebih tinggi ketika berat badan berlebih tidak dikendalikan. 

Sebab itu, perubahan gaya hidup, terutama peningkatan aktivitas fisik, menjadi langkah penting yang perlu dilakukan secara konsisten.

Baca Juga :
Bikin Malu Seleb Basket Amerika, Maxime Pellegrini Bidik Jadi Orang Indonesia Pertama di NBA
Olahraga Ini Ternyata Punya Efek Besar untuk Kesuburan Pria, Kok Bisa?

Namun, tidak semua jenis olahraga cocok untuk kondisi obesitas, terutama yang memberikan tekanan tinggi pada sendi seperti lutut dan pinggul. Oleh karena itu, olahraga yang bersifat low impact atau minim benturan lebih dianjurkan pada tahap awal. Tujuannya adalah membantu tubuh beradaptasi secara bertahap tanpa meningkatkan risiko cedera.

Olahraga Terbaik untuk Pria Obesitas

Berikut beberapa jenis olahraga yang aman dan efektif untuk pria obesitas, sebagaimana dihimpun Viva dari Medical News Today, Kamis, 18 Juni 2026.

1. Jalan kaki

Jalan kaki adalah pilihan paling sederhana dan aman untuk memulai aktivitas fisik. Olahraga ini membantu meningkatkan kesehatan jantung, membakar kalori, serta dapat dilakukan kapan saja tanpa peralatan khusus. Intensitasnya juga bisa disesuaikan dengan kemampuan masing masing individu.

2. Berenang

Berenang menjadi salah satu olahraga terbaik karena air membantu menopang berat tubuh sehingga tekanan pada sendi menjadi lebih ringan. Aktivitas ini melatih hampir seluruh otot tubuh dan membantu meningkatkan daya tahan tubuh secara keseluruhan.

3. Bersepeda

Bersepeda, baik menggunakan sepeda statis maupun sepeda biasa, termasuk olahraga low impact yang efektif membakar kalori. Gerakannya lebih ramah terhadap lutut dan cocok untuk meningkatkan stamina secara bertahap.

4. Elliptical trainer

Alat ini memberikan gerakan seperti berlari namun tanpa benturan keras pada sendi. Elliptical membantu meningkatkan detak jantung dan membakar kalori dengan risiko cedera yang lebih rendah dibandingkan olahraga lari.

5. Latihan kekuatan ringan

Latihan kekuatan penting untuk membantu membangun massa otot, meningkatkan metabolisme, serta mendukung proses penurunan berat badan. Latihan ini dapat dilakukan dengan beban ringan atau menggunakan berat tubuh sendiri seperti squat dan wall push up.

Baca Juga :
Terbukti Ilmiah, Olahraga Ini Bisa Meningkatkan Fokus Kerja dan Mengurangi Stres Secara Alami
Cara Orang Berolahraga Mulai Berubah, Recovery Kini Jadi Prioritas
JAKIM 2026 Sukses Diikuti Pelari dari 52 Negara, Faktor Hidrasi Jadi Perhatian

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemprov Ungkap Modus Baru Pungli Pemakaman di DKI, Libatkan Oknum RT dan RW
• 14 jam laludetik.com
thumb
Perbandingan Gaji Guru Indonesia dengan Negara ASEAN: Apakah Bedanya Jauh?
• 16 jam lalukatadata.co.id
thumb
‎Jadi Pemeran Utama Film Foufo, Tretan Muslim Kaget Malah Dapat Banyak Adegan Drama
• 9 jam lalugrid.id
thumb
Piagam Madinah dan Contoh Teladan Toleransi
• 17 jam lalurepublika.co.id
thumb
Ciri Kepribadian Orang yang Mudah Bersyukur dengan Apa yang Dimilikinya
• 13 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.