Perluas Akses Layanan Perawatan Peserta, ASABRI Gandeng 119 Rumah Sakit TNI

metrotvnews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: PT ASABRI (Persero) memperluas akses layanan perawatan hingga mencakup 119 jaringan rumah sakit TNI di seluruh matra, yakni Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, serta rumah sakit di bawah Kementerian Pertahanan (Kemenhan).

Direktur Jenderal Kekuatan Pertahanan Kemenhan Haris Haryanto mengatakan, kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat perlindungan sosial dan layanan kesehatan yang lebih cepat, mudah, dan terintegrasi bagi prajurit TNI.

"Harapan saya, melalui kerja sama yang ditandatangani hari ini, pelayanan kepada prajurit di lapangan dapat semakin cepat dengan dukungan birokrasi yang lebih baik," ujar Haris seperti dikutip dari keterangan tertulis, Rabu, 17 Juni 2026.

Menurut Haris, sistem perlindungan sosial yang didukung layanan kesehatan terintegrasi menjadi elemen penting dalam menjaga kesiapan personel pertahanan negara.
  Baca juga: ASABRI Bayar Manfaat Jaminan Kematian Lebih dari Rp167 Miliar di 2025

(Penandatanganan kerja sama antara ASABRI dengan rumah sakit Kemenhan. Foto: dok ASABRI)
  Perkuat ekosistem perlindungan terintegrasi
Direktur Utama ASABRI Jeffry Haryadi P. Manullang menyebut kerja sama ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem jaminan sosial bagi prajurit TNI.

"Dukungan ini menjadi fondasi penting dalam mewujudkan sinergi strategis yang berorientasi pada kesejahteraan prajurit TNI dan keluarga," tegas Jeffry.

Ia menekankan kolaborasi tersebut bukan sekadar kerja sama administratif, melainkan bentuk tanggung jawab bersama untuk memastikan prajurit memperoleh perlindungan saat menjalankan tugas negara.

Adapun, fokus utama program ini adalah memastikan peserta yang mengalami risiko penugasan, terutama terkait Kecelakaan Kerja (KK) dan Penyakit Akibat Kerja (PAK), dapat segera memperoleh layanan medis secara optimal.

"Prajurit TNI memiliki karakteristik tugas dengan tingkat risiko tinggi. Karena itu, perluasan akses layanan perawatan melalui rumah sakit TNI menjadi sangat penting. Kami ingin memastikan ketika risiko terjadi, peserta dapat memperoleh pelayanan medis terbaik agar proses pemulihan berjalan optimal tanpa kekhawatiran terkait perlindungan," terang Jeffry.

Penguatan sistem perlindungan sosial dan layanan kesehatan dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga kesiapan operasional personel pertahanan negara. Dengan sinergi ini, ASABRI berharap manfaat perlindungan dapat diterima peserta secara lebih cepat, tepat, dan berkelanjutan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Target Setoran 2026 Capai Rp2.357 T, DJP Incar Wajib Pajak Dormant
• 12 jam lalubisnis.com
thumb
Pemerintah Tetap Impor Minyak Rusia, ESDM Sebut BBM Non-Subsidi Bisa Turun
• 15 jam lalukompas.tv
thumb
Pemotor Luka-luka Dibacok OTK di Jalan Pajajaran Bogor, Polisi Selidiki
• 17 jam laludetik.com
thumb
Qodari: MBG Tak Bisa Diberhentikan, Pemerintah Akan Evaluasi SPPG
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Kasus Pengurusan Izin Tinggal WNA, 11 Orang Saksi Dipanggil KPK
• 14 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.