Miris! Gedung SDN Tlomar 2 Bangkalan Mirip Kandang Sapi, 10 Tahun Tak Direnovasi

rctiplus.com
6 jam lalu
Cover Berita
Miris! Gedung SDN Tlomar 2 Bangkalan Mirip Kandang Sapi, 10 Tahun Tak DirenovasiNasional | inews | Kamis, 18 Juni 2026 - 02:27Dengarkan Berita

BANGKALAN, iNews.id – Potret buram dunia pendidikan di Indonesia masih dengan mudah ditemukan di berbagai pelosok negeri. Salah satu kondisi paling memprihatinkan terlihat jelas di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tlomar 2, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur. 

Jangankan lantai cor semen atau keramik, setiap ruangan kelas di sekolah ini hanya beralaskan tanah liat dan dipenuhi kerikil. Saking hancurnya fasilitas bangunan, warga sekitar bahkan menyebut gedung sekolah tersebut lebih mirip seperti kandang sapi ketimbang tempat menuntut ilmu. 

Dari tiga ruang kelas yang dimiliki oleh SDN Tlomar 2, saat ini satu ruangan dilaporkan sudah rusak parah dan sama sekali tidak bisa ditempati lagi karena dinilai terlalu berbahaya. 

Kondisi sisa ruangan lainnya pun tidak kalah memprihatinkan.  Demi tetap bisa melangsungkan kegiatan belajar, dua ruangan yang tersisa terpaksa disekat ala kadarnya menggunakan dinding-dinding triplek kusam. 

Baca Juga:Peringatan Dini Badai Monsun dari Thailand hingga Malaysia, Begini Penjelasan BMKG

Kusen-kusen jendela dan pintu di setiap ruangan sudah mulai lapuk dimakan usia. Bagian plafon atap juga banyak yang jebol dan rawan runtuh menimpa siswa. 

Papan tulis terpaksa diletakkan begitu saja di atas lantai tanah. Meja dan bangku belajar pun sudah banyak yang reot, hingga sebagian harus dipaku ulang oleh para guru agar tidak ambruk. 

Akibat sarana dan prasarana yang jauh dari kata layak dan aman ini, SDN Tlomar 2 terus kehilangan murid dari tahun ke tahun. Banyak orang tua yang memindahkan anak-anak mereka ke sekolah lain yang fasilitasnya lebih memadai. 

Saat ini, total murid yang bertahan di sekolah ini hanya tersisa 50 anak. Imbasnya, setiap kelas kini rata-rata hanya diisi oleh 7 hingga 10 siswa saja. 

"Belajar di sini enggak enak, kadang di meja-meja banyak debunya dan kotor. Lantainya juga cuma dari tanah dan batu-batuan, jadi enggak nyaman buat belajar karena fasilitasnya begini. Keinginan saya, pengen sekolah ini cepat dibangun pemerintah agar kami bisa belajar dengan nyaman," kata salah seorang siswi SDN Tlomar 2, Zaenab Rosyada, Rabu (17/6/2026). 

Baca Juga:Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Boven Digoel Papua

Pihak sekolah membeberkan bahwa kondisi belajar di tengah keterbatasan ekstrem ini sudah berlangsung selama lebih dari 10 tahun. Mirisnya, pengajuan renovasi yang kerap dilayangkan ke pemerintah daerah selalu mentok karena terganjal masalah administratif.

Gedung sekolah negeri ini ternyata berdiri di atas tanah pecaton atau tanah kas milik desa, sehingga bantuan anggaran perbaikan dari pemerintah tidak bisa dikucurkan begitu saja.

"Bisa dilihat sendiri, kondisi lantai masih terbuat dari tanah, belum ada keramik. Kusen-kusen keropos dan atap juga sudah mulai jebol. Kami sebenarnya sudah sempat berupaya mengajukan bantuan untuk merenovasi sekolah ini ke pemerintah. Akan tetapi, pengajuan kami selalu terkendala status tanah yang masih berupa tanah pecaton desa," ungkap Plt Kepala Sekolah SDN Tlomar 2 Bangkalan, Okta Tricahyana. 

Meski harus menelan debu saat musim kemarau dan menghadapi risiko becek saat musim hujan, para siswa dan guru di SDN Tlomar 2 terpantau tetap mencoba antusias menjalani proses belajar mengajar. 

Baca Juga:Tongkat Komando Lanud Manuhua Biak Beralih ke Kolonel Rohmat Kusmayadi

Kini, pihak sekolah bersama wali murid sangat berharap pemerintah pusat maupun daerah dapat segera turun tangan memberikan solusi khusus atau melakukan revitalisasi menyeluruh. Mereka menegaskan, status administrasi tanah seharusnya tidak mengorbankan hak anak-anak pedalaman Madura untuk mendapatkan fasilitas pendidikan yang layak dan aman.

#jatim

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Said Tepis Tudingan soal Tiyo Ardianto Dekat dengan PDIP: Nggak Masuk Akal!
• 16 jam laluviva.co.id
thumb
Sebulan Lebih Terlelap di Level Gocap, GOTO Bakal Buyback Saham Rp 3,5 Triliun
• 21 jam lalukatadata.co.id
thumb
Kabar Gembira untuk Guru Madrasah Non-ASN, Cair
• 22 jam lalujpnn.com
thumb
Perdana Main Sinetron, Gisella Anastasia Ngaku Kaget Ditunjuk Jadi Pemeran Utama
• 11 jam lalugrid.id
thumb
Sadis! Suami di Dumai Bacok Istri Berkali-kali hingga Tewas gegara Cemburu
• 10 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.