Pantau - Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey, menyampaikan kapal pertama dalam program pembangunan armada perikanan Indonesia diperkirakan rampung dan mulai dikirim pada akhir 2026 sebagai bagian dari kerja sama maritim Indonesia dan Inggris.
Pernyataan itu disampaikan Dominic Jermey usai acara penyambutan kapal patroli Inggris HMS Tamar di Jakarta pada 17 Juni 2026.
"Kami memperkirakan kapal pertama, kapal penangkap ikan pertama, akan hampir selesai pada akhir tahun ini. Jadi, kemajuan yang luar biasa," ungkap Jermey.
Menurut Jermey, pembangunan kapal pertama menunjukkan perkembangan signifikan dan pengiriman kapal juga akan mulai dilakukan pada akhir tahun ini.
Babcock Buka Kantor di IndonesiaPerusahaan Inggris Babcock International Group telah membuka kantor di Indonesia untuk mendukung pelaksanaan proyek pembangunan armada kapal penangkap ikan tersebut.
Babcock juga mengundang pelaku usaha rantai pasok dari Indonesia dan Inggris untuk menjalin kemitraan dalam penyediaan baja, teknologi, serta dukungan pembangunan armada kapal penangkap ikan.
Proyek tersebut ditujukan untuk pembangunan lebih dari 1.000 kapal penangkap ikan yang akan dilakukan secara bertahap.
"Mereka telah melakukan negosiasi terperinci, seperti halnya kami, dengan Kementerian Pertahanan dan Kementerian KKP di sini mengenai desain," kata Jermey.
Negosiasi tersebut melibatkan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia dan Kementerian Kelautan dan Perikanan terkait desain kapal serta berbagai aspek teknis pembangunan armada.
Pembiayaan Capai 4 Miliar PoundsterlingJermey menjelaskan pembiayaan proyek berasal dari program pembiayaan ekspor Inggris dengan nilai mencapai 4 miliar poundsterling atau setara sekitar Rp95,4 triliun.
Pada Januari 2026, Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan bahwa Pemerintah Inggris mendukung rencana Indonesia membangun armada kapal tangkap ikan dengan target mencapai 1.500 kapal.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyebut proyek pembangunan kapal nelayan tersebut diperkirakan memberikan dampak besar terhadap penciptaan lapangan kerja di Indonesia.
Total tenaga kerja yang diperkirakan terserap mencapai sekitar 600.000 orang yang terdiri atas sekitar 30.000 awak kapal, sekitar 400.000 tenaga kerja di sektor produksi dan perakitan, serta tenaga kerja lainnya pada sektor pendukung proyek.
Kementerian Kelautan dan Perikanan menjelaskan pembangunan armada dilakukan secara bertahap dengan pembangunan dimulai pada 2026 dan berlanjut sepanjang 2027 hingga 2028.




