Modus Baru Penipuan Kuras Rekening Lewat Video di TikTok-Instagram

cnbcindonesia.com
6 jam lalu
Cover Berita
Foto: Sejumlah anak memainkan ponsel mereka sesuai pulang sekolah di Jakarta, Senin (30/3/2026). Pemerintah resmi melarang anak di bawah usia 16 tahun menggunakan media sosial mulai 28 Maret 2026 berdasarkan Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026, yang merupakan turunan dari PP Tunas. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Anda perlu berhati-hati saat scrolling video yang muncul di TikTok maupun Instagram Reels. Karena sebuah temuan mengungkapkan beberapa video mengandung unsur penipuan yang bisa menguras rekening Anda.

Laporan dari penelitian di ReversingLabs mengungkapkan penipuan tak lagi menggunakan modus phishing dengan mengirimkan pesan ke email ataupun melalui pesan teks. Kini, kampanye dilakukan dengan menyebarkan video di TikTok maupun Instagram Reels.

Video yang beredar menawarkan akses gratis ke layanan seperti Spotify Premium dan Microsoft Word, dikutip dari Business Standard, Rabu (17/6/2026).


Para peneliti Reversing Labs mengungkapkan dua kampanye yang digunakan para penipu. Salah satunya menggunakan akun tutorial palsu untuk meniru dukungan yang sah.

Pilihan Redaksi
  • Threads Mendadak Ramai Diserbu, Pengguna Aktif Tembus 500 Juta
  • Ada Eksekusi Pengosongan Hotel Sultan, Jangan Lewat Jalan Ini!

Akun-akun yang dibuat menggunakan nama seperti 'windows.tips' atau 'windows.insight', dengan profil berwarna biru dan putih seperti logo Windows resmi. Video yang dihasilkan menggunakan suara yang nampaknya menggunakan AI, menampilkan instruksi untuk mengakses layanan berbayar secara gratis.

Namun ternyata tips ini malah menjadi petaka. Para penipu menggunakan layanan malware pencuri informasi bernama VidarStealer untuk mencuri kredensial, informasi keuangan dan token dari korban.

Mereka hanya mengeluarkan uang sekitar US$300 (Rp 5,3 juta) untuk dapat mengakses alat tersebut.

Kampanye berikutnya yang ditemukan ReversingLabs adalah menggunakan video pendek yang tengah tren. Sama seperti sebelumnya, video akan menampilkan cara akses gratis perangkat lunak premium.

Akun yang menyebarkan video nampak seperti pengguna biasa. Namun setelah dilihat lagi, akun dipenuhi video serupa yang mempromosikan akses gratis dari beberapa platform.

Video akan membuat pengguna mengajukan pertanyaan di kolom komentar, termasuk bertanya cara mendapatkan akses gratis. Keterlibatan ini dimanfaatkan dengan membalas pesan berisi petunjuk yang mengarah ke situs berbahaya.

Business Standard menyinggung berbahaya cara ini, karena video dibuat sangat profesional. Para pengguna yang menyukai ataupun menyimpan video-video itu visa membuat algoritma platform mendorong video agar bisa dijangkau lebih banyak pengguna lagi.


(dem/dem) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Cara BSSN Perkuat Keamanan Siber-Cegah Gangguan Layanan Publik

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Eksekusi Hotel Sultan, Wamensesneg Tegaskan Presiden Ingin Tarik Aset yang Dikuasai Pihak Lain
• 2 jam laluokezone.com
thumb
Bukan Hanya Indonesia, Fenomena El Nino juga Berpotensi terjadi di Banyak Negara
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
HUT Discovery Kartika Plaza Hotel dan Discovery Mall, Tomy Winata Yakinkan Investasi di Indonesia Aman
• 18 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Bareskrim Tahan 2 Tersangka Baru Kasus Emas Ilegal dan TPPU
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Perluas Akses Layanan Perawatan Peserta, ASABRI Gandeng 119 Rumah Sakit TNI
• 12 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.