Besok Ada Pengumuman MSCI, Ini Pesan OJK Buat Investor

cnbcindonesia.com
9 jam lalu
Cover Berita
Foto: Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hasan Fawzi saat menyampaikan Konferensi Pers Pasar Modal di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (13/5/2026). (CNBC Indonesia/Mentari Puspadini)

Jakarta, CNBC Indonesia - Investor pasar modal sedang menanti pengumuman penting dari penyedia indeks global MSCI. Hal itu akan menentukan nasib pasar saham Tanah Air. Ada dua agenda yang akan menjadi penentu nasib pasar saham Tanah Air, antara lain hasil MSCI Accessibility Review pada tanggal 19 Juni 2026 dan pengumuman MSCI Classification pada tanggal 24 Juni 2026.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hasan Fawzi mengatakan OJK telah melakukan kembali pertemuan di tim teknis dengan analis MSCI pada 10 Juni 2026. Pertemuan tersebut membahas mengenai data dan informasi yang dibutuhkan.


Baca: Asing Terciduk Lego 10 Saham Ini Kala IHSG Lesu Lagi

"Sejauh ini mereka sudah mengkonfirmasi, memanfaatkan dan menerima seluruh informasi dan data keperluan terutama informasi keterbukaan dan kepemilikan saham di perusahaan terbuka yang tercatat di bursa efektif," ujarnya saat ditemui di gedung DPR RI Jakarta, dikutip Kamis (18/6/2026).

Hasan menyebut pengumuman dari MSCI pada lusa depan terkait dengan aksesbilitas pasar bukan hanya ditujukan pada pasar saham Indonesia saja, melainkan tinjauan rutin mereka.

"Kemudian di tanggal 23 nanti kita juga menunggu pengumuman terkait dengan market classification atau review atas klasifikasi pasar termasuk juga bursa kita," lanjutnya.

Hasan menambahkan, saat ini OJK sedang menanti keputusan dari lembaga internasional tersebut karena akan menjadi katalis utama penentu arah pergerakan dana asing ke depan.

"Tentu sekali lagi ini tidak khusus bursa kita tapi juga akan dilakukan terhadap seluruh bursa-bursa lain yang indeks MSCI-nya mengacu pada bursa dimaksud," tuturnya.

Hasan mengaku, para investor pasar saham tentu diliputi ketidakpastian ekonomi sehingga menyebabkan kepanikan dan mempengaruhi sikap dalam berinvestasi.

"Ya saya kira tidak ada alasan untuk panik gitu ya. Panikan itu memang jadi musuh terbesar investor apalagi di situasi yang memang kita confirm penuh ketidakpastian ini," ungkapnya.

Hasan meminta kepada para investor untuk tetap bijak mencermati setiap perkembangan kondisi termasuk memanfaatkan informasi yang terpercaya.

"Jangan cepat mengambil informasi yang tidak terverifikasi atau bahkan banyak kemarin beredar rumors, hoax gitu ya," ucapnya.


(fsd/fsd) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video:Tekanan Jual Asing Turun, Rupiah Keluar Dari Jerat Rp 18.000/USD

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
DPR Setujui Tambahan Anggaran Kemenag Rp41,8 Triliun untuk Revitalisasi Madrasah dan Penguatan Pesantren pada 2027
• 11 jam lalupantau.com
thumb
Konten Kreator yang Masuk jadi Kegiatan Usaha, Wajib Punya NIB
• 20 jam lalucumicumi.com
thumb
Breaking News! Proses Eksekusi Hotel Sultan, Tamu Hotel Panik Terpaksa Check Out Sebelum Waktunya
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Daftar Hal yang Membuat Gemini Bahagia dan Berenergi Kembali
• 11 jam lalubeautynesia.id
thumb
Bareskrim Gerebek Narkoba di Kontrakan Opung Hercules, 5 Paket Ganja Disita
• 4 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.