Komisi VIII DPR Setujui Tambahan Anggaran Kemensos

disway.id
6 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID -- Komisi VIII DPR RI menyetujui usulan tambahan anggaran untuk Kementerian Sosial pada pagu anggaran tahun 2027 sebesar Rp22,49 triliun, guna mendukung pelaksanaan program perlindungan sosial dan Sekolah Rakyat.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan penambahan anggaran tersebut penting, karena usulan yang diajukan berakar pada tiga mandat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2025-2029.

“Usulan yang kami ajukan hari ini berakar pada tiga mandat RPJMN yang harus kami wujudkan, yaitu kemiskinan ekstrim turun di bawah 0,5 persen di tahun 2026, tingkat kemiskinan nasional turun ke 4,5 sampai 5 persen pada tahun 2029, dan graduasi 1,5 juta KPM per tahun hingga tahun 2029,” kata Gus Ipul dalam Rapat Kerja Bersama Komisi VIII DPR RI di Gedung Nusantara DPR RI, Jakarta, Rabu, 17 Juni 2026.

BACA JUGA:Nama Tiyo Ardianto Dikaitkan dengan PDIP, Said Abdullah: Sangat Tidak Masuk Akal

Gus Ipul menjelaskan pagu indikatif Kemensos tahun 2027 sebesar Rp84,71 triliun, secara teknis belum mampu memenuhi seluruh mandat RPJMN tersebut. 

“Ada gap yang nyata antara yang diperintahkan dan apa yang kami bisa lakukan dengan pagu yang ada saat ini,” ujar Gus Ipul yang juga didampingi Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono.

Lebih jauh, Gus Ipul memberikan contoh konkret kesenjangan antara kebutuhan riil dan anggaran yang tersedia.

Yakni seperti graduasi Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE), pagu hanya membiayai 10 ribu KK, sementara target RPJMN membutuhkan sekitar 390 ribu penerima manfaat per tahun.

Kemudian, pagu Sekolah Rakyat sebesar Rp4,9 triliun, terdapat kekurangan sebesar Rp3,64 triliun, untuk membiayai lebih dari 100 ribu siswa yang bersekolah di tahun 2027. 

BACA JUGA:Biaya Haji 2027 Diupayakan Turun, Pemerintah Hadapi Tantangan Kenaikan Avtur dan Tarif Layanan Saudi

“Padahal ini adalah mandat langsung Perpres 120 tahun 2025, yang sekaligus sekarang terus berjalan dan mengalami suatu kemajuan-kemajuan yang patut dicatat sebagai bagian dari perjalanan awal Penyelenggaraan Sekolah Rakyat,” ungkapnya.

Sementara itu, untuk layanan lansia dan penyandang disabilitas tunggal bahkan belum teralokasikan dalam pagu indikatif, sehingga 1,46 juta lansia dan disabilitas tunggal miskin dikhawatirkan tidak mendapatkan bantuan langsung berkelanjutan.

“Total gap yang kami usulkan untuk dipenuhi adalah Rp22.488.964.541.000 atau Rp22,49 triliun. Jika disetujui, maka total anggaran Kementerian Sosial pada tahun 2027 menjadi Rp107,20 triliun,” ujarnya.

Menutup rapat, Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang menyampaikan bahwa Komisi VIII DPR RI menyetujui usulan tambahan anggaran tahun 2027 dari Kementerian Sosial tersebut.

BACA JUGA:Timwas Ungkap Peningkatan Layanan Haji 2026, Jemaah Reguler Bisa Rasakan Hotel Bintang 5

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Telkomsel Perkuat Layanan Inklusif bagi Teman Tuli di GraPARI Maros
• 1 jam laluharianfajar
thumb
Ukraina Klaim Serangan Militernya Pangkas Produksi Minyak Rusia ke Level Terendah
• 17 jam lalumatamata.com
thumb
Pendukung Prabowo Adukan Eks Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto ke Bareskrim
• 6 menit laluviva.co.id
thumb
Hak Bertemu Anak Jadi Kunci Damai Ruben Onsu dan Sarwendah
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
IPO Prodia Diagnostic Line (PRDL), Pasang Harga Rp100-Rp120 per Saham
• 8 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.