Trump: Jika Iran Tak Bertingkah Baik, Kita Akan Bom Lagi

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Isu keamanan global kembali mendominasi pembahasan dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 yang digelar di Evian-les-Bains, Prancis, Rabu 17 Juni 2026 waktu setempat. Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan pernyataan keras terkait Iran sekaligus mengumumkan perubahan fokus diplomasi Washington ke konflik Rusia-Ukraina.

Trump menegaskan bahwa nota kesepahaman yang baru dicapai dengan Teheran belum bersifat permanen. Menurutnya, kesepakatan tersebut dapat dibatalkan apabila Iran dinilai tidak menjalankan komitmen yang telah disepakati.

Baca Juga :
Perang Berakhir? Trump dan Presiden Iran Tanda Tangani Kesepakatan Damai
Rupiah Melemah ke Rp 17.863 Jelang Pengumuman BI Rate dan Kesepakatan Damai Iran-AS

Dalam keterangannya kepada wartawan di sela-sela KTT G7, Trump bahkan memperingatkan kemungkinan kembalinya operasi militer Amerika Serikat jika Iran dianggap melanggar isi nota kesepahaman tersebut.

"Itu adalah sebuah nota kesepahaman. Dan jika saya tidak menyukainya, jika mereka tidak bersikap baik, kami akan segera kembali menjatuhkan bom tepat di tengah-tengah kepala mereka, oke?," ujar Trump.

Trump memastikan bahwa kesepakatan awal dengan Iran tidak disertai pencabutan sanksi ekonomi dalam waktu dekat. 

Meski proses diplomasi dengan Iran belum sepenuhnya rampung, Trump memberi sinyal bahwa perhatian pemerintahannya kini mulai bergeser. Fokus utama Gedung Putih diarahkan untuk mencari jalan keluar atas perang Rusia-Ukraina yang telah berlangsung lebih dari empat tahun.

Di forum G7, Trump mengaku telah melakukan pembicaraan yang produktif dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Ia menegaskan keinginannya untuk membantu mempercepat upaya penghentian perang yang hingga kini masih berlangsung di Eropa Timur.

"Sekarang setelah ini selesai, kami akan fokus pada hal itu," ungkap Trump saat bertemu Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Pernyataan tersebut disambut positif oleh sejumlah pemimpin Eropa. Selama ini, negara-negara Barat terus mendorong agar Amerika Serikat tetap memainkan peran penting dalam penyelesaian konflik dan tidak mengalihkan perhatian dari Ukraina.

Optimisme Trump muncul ketika Ukraina mulai meningkatkan tekanan terhadap Rusia melalui serangkaian serangan drone dan rudal jarak jauh. Operasi tersebut disebut berhasil memberikan tekanan baru terhadap Moskow sekaligus mengubah dinamika konflik di medan perang.

Sebagai respons, Rusia berjanji meningkatkan serangan terhadap Ukraina. Ancaman itu kemudian diwujudkan melalui sejumlah serangan yang dilaporkan menimbulkan korban dan kerusakan, termasuk kebakaran di sebuah biara bersejarah.

Baca Juga :
Momen Mengharukan di Piala Dunia 2026, Presiden FIFA Datangi Ruang Ganti Iran dan Beri Pesan Menyentuh
Rupiah Melemah ke Rp 17.738 di Tengah Ancaman Tarif Impor Baru Trump ke Produk Manufaktur RI
IHSG Dibuka Menguat 1,07 Persen Meski Dibayangi Koreksi, Bursa Asia Variatif dan Wall Street Melemah

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
AS-Iran Damai: Israel Ditinggal, Mimpi Besar Netanyahu Terancam Buyar
• 17 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Kronologi Pemotor Tewas Terlindas Truk Tangki Air di Surabaya, Gagal Salip dari Kiri
• 12 jam lalurctiplus.com
thumb
Bukan Lari, Ternyata Ini Olahraga Paling Aman untuk Pria yang Kelebihan Berat Badan
• 10 jam laluviva.co.id
thumb
Usia 13 Tahun, Pangeran George Masuk Sekolah Elite dengan Biaya Rp1,4 Miliar Setahun
• 9 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Tanah di Eks Hotel Sultan Mau Buat Apa? Begini Jawaban Pemerintah
• 12 menit laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.