JAKARTA, DISWAY.ID – Presiden Amerika, Donald Trump tandatangani perjanjian damai Amerika – Iran dalam rangkaian acara KTT G7 di Pegunungan Alpen Prancis.
Disebutkan bahwa pihak Iran juga telah menandatangani nota kesepahaman untuk mengakhiri perang di Iran.
Sebelumnya terdapat 14 poin yang salah satunya pencabutan sanksi untuk Iran dan pembukaan Selat Hormuz.
Trump dalam sebuah pernyataan menyebutkan bahwa pihaknya akan melanjutkan serangan jika Iran gagal memenuhi komitmennya.
Sedangkan Wakil Presiden AS JD Vance menyampaikan jika kesepakatan ini sebagai kemenangan bagi rakyat Amerika, dan mengapa posisinya terhadap program rudal balistik Iran telah berubah.
BACA JUGA:Rupiah Jadi Mata Uang Terkuat Asia, Dolar AS Melemah Usai Kabar Damai AS-Iran
Adapun Trump mengataan jika perjanjian ini merupakan taruhan politik yang lebih tinggi bagi wakil presiden.
"Dengan cara ini, jika berhasil, saya akan mengambil pujiannya. Jika tidak berhasil, saya akan menyalahkan JD. Sebaiknya kau berhati-hati, JD," katanya.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei mengatakan kesepakatan tersebut telah diselesaikan dan ditandatangani dengan Amerika.
“Teks Nota Kesepahaman Islamabad telah diselesaikan dengan tanda tangan para presiden,” kata Baghaei dilansir oleh kantor berita Iran IRNA.
“Sekarang saatnya untuk menguji implementasi kesepakatan tersebut,” tambahnya.
BACA JUGA:Rupiah Menguat Imbas Perjanjian Damai Iran-AS
Dalam pernyataannya setelah menandatangani perjanjian tersebut, Trump mengeluarkan peringatan keras jika Teheran tidak memenuhi bagiannya.
Trump menegaskan bahwa nota kesepahaman ini belum final dan ia dapat melanjutkan pengeboman jika merasa tidak puas dengan kepatuhan Iran terhadapnya.
"Jika mereka tidak menghormati itu, kita mungkin akan kembali mengebom mereka sampai mereka menghormatinya," katanya.
- 1
- 2
- »





