HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR— Laptop gaming premium yang menggabungkan dua layar OLED berukuran 16 inci dengan dukungan teknologi kecerdasan buatan (AI), kini jadi pilihan masyarakat Indonesia.
Berdasarkan data internal perusahaan, lebih dari 60 persen pengguna, memanfaatkan konfigurasi multi-screen. Ini baik melalui monitor eksternal maupun penggunaan beberapa perangkat secara simultan.
Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pengembangan laptop dengan dua layar terintegrasi dalam satu perangkat.
Salah satunya ada ASUS Republic of Gamers (ROG) resmi memperkenalkan ROG Zephyrus Duo 2026 (GX651) ke pasar Indonesia.
Lebih untuk menunjang kebutuhan produktivitas, kreativitas, hingga gaming.
Manager ASUS Indonesia, Lenny Lin mengatakan ASUS menilai kebutuhan pengguna terhadap ruang kerja digital yang lebih luas terus meningkat, seiring tren penggunaan beberapa layar secara bersamaan.
ROG Zephyrus Duo 2026 hadir dengan layar utama dan layar kedua yang sama-sama menggunakan panel OLED beresolusi 3K serta mendukung fitur sentuh.
“Kedua layar tersebut memiliki refresh rate hingga 120Hz dan dirancang untuk memberikan ruang kerja tambahan tanpa perlu menggunakan monitor eksternal,” ucapnya.
ASUS menggunakan teknologi Flexible OLED yang memungkinkan jarak antar layar dibuat lebih rapat. Selain itu, lapisan pelindung Gorilla Glass DXC disematkan untuk meningkatkan daya tahan sekaligus mengurangi pantulan cahaya saat digunakan di berbagai kondisi pencahayaan.
“Dari sisi performa, laptop ini ditenagai prosesor Intel Core Ultra generasi terbaru yang telah dilengkapi Neural Processing Unit (NPU) untuk mendukung pemrosesan AI secara lokal,” ucapnya.
Teknologi tersebut memungkinkan sejumlah tugas berbasis AI dijalankan langsung di perangkat tanpa harus bergantung pada layanan cloud.
Perusahaan juga membekali perangkat ini dengan kartu grafis NVIDIA GeForce RTX 5090 Laptop GPU. Kombinasi prosesor dan GPU tersebut ditujukan untuk menangani berbagai kebutuhan komputasi berat, mulai dari pengolahan model AI, editing video resolusi tinggi, hingga rendering grafis.
Menurut ASUS Indonesia, tren perkembangan AI generatif dan Agentic AI diperkirakan akan semakin memengaruhi cara pengguna bekerja dan berkreasi.
“Karena itu, perangkat komputasi masa depan dinilai perlu menghadirkan kemampuan pemrosesan AI yang lebih besar langsung di sisi pengguna,”tuturnya.
Selain menghadirkan dua layar, ROG Zephyrus Duo juga menawarkan desain engsel yang memungkinkan perangkat dibuka hingga sudut 320 derajat.
Fleksibilitas tersebut memungkinkan berbagai skenario penggunaan, mulai dari mode laptop konvensional, mode dual-screen, hingga mode presentasi.
Keyboard magnetik yang dapat dilepas menjadi salah satu fitur pendukung fleksibilitas perangkat. Pengguna dapat menyesuaikan posisi keyboard sesuai kebutuhan, terutama saat memanfaatkan layar kedua untuk aktivitas multitasking.
Di sektor pendinginan, ASUS menyematkan sistem yang mengombinasikan liquid metal, vapor chamber, serta lapisan insulasi berbasis nano-grafit.
“Teknologi ini dirancang untuk menjaga suhu komponen tetap stabil sekaligus melindungi panel OLED dari paparan panas berlebih,” ucapnya.
Penggunaan sistem pendinginan yang lebih kompleks menjadi penting mengingat perangkat ini mengusung spesifikasi kelas atas yang berpotensi menghasilkan suhu tinggi saat digunakan untuk beban kerja berat dalam waktu lama.
Pengamat industri teknologi menilai tren laptop dengan kemampuan AI dan desain layar ganda masih berada pada segmen premium. Meski menawarkan fleksibilitas lebih tinggi, adopsinya akan sangat bergantung pada kebutuhan pengguna serta pertimbangan harga.
Di Indonesia, ROG Zephyrus Duo 2026 dipasarkan dengan harga sekitar Rp129,8 juta. Dengan banderol tersebut, perangkat ini menyasar kalangan profesional kreatif, pengembang AI, content creator, serta pengguna yang membutuhkan performa komputasi tinggi dalam satu perangkat portabel.
Kehadiran laptop dual-screen berbasis AI ini menunjukkan arah perkembangan industri komputer yang semakin mengedepankan produktivitas, kemampuan komputasi cerdas, dan pengalaman multitasking dalam satu perangkat yang ringkas. (wis)





