Pasokan Minyak Sisa Empat Minggu, Trump Akui Terpaksa Terima Syarat Damai

metrotvnews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Paris: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengakui bahwa cadangan minyak global sudah berada di ambang kelangkaan total.

Kondisi kritis tersebut menekan pihak Washington untuk akhirnya menerima syarat-syarat yang diajukan Iran dalam kerangka kesepakatan guna mengakhiri perang dan membuka kembali Selat Hormuz.

Saat berbicara di KTT G7 di Prancis, Trump memperingatkan bahwa tanpa adanya perjanjian damai dengan Iran, dunia akan menghadapi kekacauan besar mengingat persediaan minyak bumi diperkirakan bakal habis dalam waktu sekitar empat minggu ke depan.

"Kita akan kehabisan cadangan dalam waktu sekitar empat minggu, anda tahu, ada cadangan di seluruh dunia, dan kita benar-benar akan kehabisan, dan akan ada masa di mana Anda tidak akan bisa mendapatkannya lagi," ujar Trump kepada wartawan, seperti dikutip TRT World, pada Kamis, 18 Juni 2026.

Presiden AS tersebut juga mengakui bahwa jika mereka terus melanjutkan serangan militer, maka jalur perairan strategis itu akan tetap tertutup bagi dunia internasional. "Jika kita terus membom, kapal-kapal itu tidak akan berjalan," aku Trump merujuk pada dampak nyata dari perjanjian dengan pihak Teheran.

Pengakuan terbuka dari Trump ini menggarisbawahi efektivitas strategi militer Iran dalam menerapkan pembatasan ketat di Selat Hormuz, jalur laut vital yang biasanya dilewati oleh sekitar seperlima dari total konsumsi minyak dunia.

Sejak 28 Februari lalu, ketika AS dan Israel meluncurkan agresi militer terhadap Iran, kendali penuh Teheran atas selat tersebut berhasil melonjakkan harga minyak dunia serta menguras habis cadangan energi global secara drastis.

Badan Energi Internasional (IEA) dalam beberapa pekan terakhir bahkan telah merilis peringatan dini bahwa inventaris komersial minyak mentah dunia yang tersisa hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan selama beberapa minggu saja. Di sisi lain, Cadangan Minyak Strategis AS dilaporkan telah merosot ke level terendah sejak tahun 1983, di mana stoknya kini hanya tersisa sekitar 340 juta barel turun tajam dari angka 415 juta barel pada awal pecahnya perang.

Pernyataan Trump tersebut mengemuka seiring keberhasilan AS dan Iran dalam memfinalisasi nota kesepahaman yang membawa penghentian segera atas perang serta operasi militer di seluruh lini pertempuran, termasuk di Lebanon. Poin kesepakatan damai tersebut juga mengatur tentang penarikan blokade angkatan laut AS secara instan dan pembukaan kembali Selat Hormuz untuk lalu lintas kapal dagang.

Jajaran pejabat pemerintah Iran sejak awal secara konsisten menegaskan bahwa tindakan penutupan Selat Hormuz merupakan sebuah langkah pertahanan yang sah dalam merespons agresi tanpa provokasi yang dilancarkan musuh.

Kerangka perjanjian damai yang dijadwalkan akan ditandatangani pada hari Jumat ini di Swiss menjadi kemenangan diplomatik besar bagi Teheran, yang berhasil mengamankan penghentian permusuhan militer dan pencabutan blokade tanpa harus mengorbankan hak kedaulatan negaranya.

(Kelvin Yurcel)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kementerian UMKM Minta Pedagang Shopee-TikTok Shop Cs Segera Urus NIB
• 19 jam lalubisnis.com
thumb
PT Krakatau Bandar Samudera Wujudkan Hub Pelabuhan Baja Nasional dan Dorong Konektivitas Multimoda untuk Dukung Zero ODOL 2027
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
Detik-Detik Melantai di Bursa Hong Kong, EMAS Didukung Glencore Cs
• 9 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Profesi Satpam Berubah, Kompetensi Pelayanan Kini Jadi Kebutuhan
• 18 jam lalurepublika.co.id
thumb
Kejagung Segel Motor Listrik Terkait Kasus MBG, Gudang di Sentul Jadi Sasaran
• 14 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.