Stabilitas Rupiah Jadi Penopang Pemulihan Valuasi Saham Indonesia

idxchannel.com
5 jam lalu
Cover Berita

Valuasi saham Indonesia berpotensi mendapat dorongan dari stabilisasi rupiah.

Stabilitas Rupiah Jadi Penopang Pemulihan Valuasi Saham Indonesia. (Foto: Magnific)

IDXChannel - Valuasi saham Indonesia berpotensi mendapat dorongan dari stabilisasi rupiah karena mata uang dinilai menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi sentimen pasar.

Menurut analis DBS dalam laporan risetnya menyebut, tekanan terhadap rupiah dan pasar saham dipicu oleh kekhawatiran atas penyempitan surplus perdagangan, tingginya harga minyak, serta penerapan skema ekspor baru Indonesia.

Baca Juga:
Elnusa (ELSA) Garap Proyek Offshore 3D Kandawulo di Selat Makassar

Namun, penurunan harga minyak, meredanya ketegangan geopolitik, dan dukungan kebijakan Bank Indonesia (BI) dinilai dapat membantu menjaga stabilitas rupiah.

Meski demikian, DBS menurunkan proyeksi akhir 2026 untuk IHSG menjadi 8.000 dari sebelumnya 9.500, seiring masih adanya ketidakpastian yang dipengaruhi oleh pelemahan rupiah.

Baca Juga:
Merger BUMN Asuransi Bakal Diselesaikan 2026, IFG Jadi Induk

Sementara, rupiah diperdagangkan di kisaran Rp17.850 per USD pada Rabu, relatif stabil dibandingkan sesi sebelumnya, seiring pelaku pasar menanti keputusan suku bunga BI siang ini.

BI diperkirakan akan kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps), setelah melakukan pengetatan kumulatif sebesar 75 bps sejak Mei.

Kebijakan tersebut diperkirakan bertujuan untuk mendukung rupiah sekaligus memperkuat ekspektasi inflasi.

Namun, kebijakan moneter yang lebih ketat berpotensi menekan permintaan domestik karena meningkatkan biaya pinjaman.

Di sisi fiskal, pemerintah memangkas anggaran program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG) sekitar Rp67 triliun seiring Presiden Prabowo Subianto mendorong efisiensi anggaran.

Dari eksternal, mengutip Trading Economics, dolar AS tetap menguat setelah The Federal Reserve mempertahankan suku bunga, namun memberi sinyal meningkatnya dukungan untuk kenaikan suku bunga pada tahun ini.

Kondisi tersebut membatasi penguatan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Di sisi lain, investor pasar saham domestik cenderung mengambil sikap hati-hati menjelang sejumlah agenda penting yang berpotensi memengaruhi arah IHSG dalam waktu dekat.

Phintraco Sekuritas menyebut beberapa agenda yang menjadi perhatian pasar, mulai dari Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada hari ini, Kamis (18/6/2026), evaluasi Global Market Accessibility Review MSCI pada Jumat (19/6), rebalancing indeks FTSE pada Jumat (19/6), hingga MSCI Annual Market Classification Review pada 24 Juni. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sejalan dengan Kampanye Tobat Ekologis, Jumhur Dukung Program Wakaf Hijau
• 17 jam lalukatadata.co.id
thumb
Garda Prabowo Adukan Eks Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto ke Bareskrim Polri, Ini Alasannya
• 24 menit lalukompas.tv
thumb
Pascagempa Besar M6,7, BMKG Catat 612 Gempa Susulan Guncang Sulteng
• 5 jam laluokezone.com
thumb
Mensos Sebut Siswa Sekolah Rakyat Sudah Berubah: Lebih Bugar dan Fokus
• 22 jam lalukompas.com
thumb
Eksekusi Eks Hotel Sultan Sempat Ricuh, Polda Metro Jaya Amankan 69 Orang
• 2 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.