Wamenhut Dorong Pembiayaan Inovatif untuk Konservasi

liputan6.com
4 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Menteri Kehutanan (Wamenhut) Rohmat Marzuki mengatakan pembiayaan inovatif harus ditempatkan dalam kerangka utama konservasi di Indonesia guna menjaga fungsi ekologis dan perlindungan kawasan.

"Pembiayaan inovatif harus ditempatkan dalam kerangka utama konservasi. Ini bukan komersialisasi kawasan konservasi. Fungsi ekologis taman nasional tetap menjadi prioritas, sementara skema pembiayaan, kemitraan, jasa lingkungan, filantropi, maupun instrumen pasar harus menjadi alat pendukung untuk memperkuat perlindungan kawasan dan spesies," ujar Rohmat dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (18/6/2026) melansir Antara.

Advertisement

BACA JUGA: Wamenhut: 35 Operasi Modifikasi Cuaca Disiapkan pada 2026 Ini, Antisipasi dan Hadapi Potensi El Nino

Dia melanjutkan, Pemerintah Indonesia pun membentuk Satuan Tugas Inovasi Pembiayaan Pengelolaan Taman Nasional berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 8 Tahun 2026.

"Satgas tersebut diarahkan untuk menyusun kerangka, strategi, dan instrumen pembiayaan inovatif bagi pengelolaan taman nasional dan konservasi spesies ikonik pada periode 2026–2030," ucap Rohmat.

"Beberapa taman nasional yang menjadi perhatian antara lain Taman Nasional Komodo, Way Kambas, Ujung Kulon, Tanjung Puting, dan Rinjani, serta lanskap spesies ikonik di Aceh dan Jambi," sambung dia.

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemerintah Tahan Kenaikan HET MinyaKita, Tetap Rp 15.700 per Liter
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Beberapa Jam Jelang Eksekusi, Begini Suasana Malam di Hotel Sultan
• 18 jam lalukompas.com
thumb
Breaking! IHSG Lanjut Merosot 2% Lebih
• 6 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Ada Eksekusi Hotel Sultan, GBK Tetap Bisa Dipakai Warga untuk Olahraga
• 7 jam lalukompas.com
thumb
Gibran Ajak 5 Mahasiswa Kunker ke NTT, Gorontalo hingga Papua
• 9 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.