HARIAN.FAJAR.CO.ID,GOWA — Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Sulawesi Selatan, memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72.
Salah satu kegiatannya dengan menggelar rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Sehari Bersama IDAI Cabang Sulsel di Kota Gowa”.
Kegiatan tersebut dipusatkan di Kabupaten Gowa dan melibatkan ratusan peserta dari berbagai kalangan.
Ketua Panitia HUT ke-72 IDAI Cabang Sulsel, dr. Syamsul Nur, Sp.A, mengatakan peringatan tahun ini dirancang sebagai momentum untuk mendekatkan dokter anak dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan edukatif dan pelatihan kesehatan.
“Atas amanah dari Ketua IDAI Cabang Sulsel, Prof. E.T.I.A., Sp.A(K), seluruh dokter anak turun langsung ke berbagai titik di Kabupaten Gowa untuk melaksanakan seminar, workshop, pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD), serta penyuluhan kesehatan di sejumlah puskesmas,” ujarnya.
Puncak perayaan berlangsung pada 14 Juni 2026 di Kota Malino, Kabupaten Gowa. Kegiatan ditandai dengan pelepasan balon dan pemotongan tumpeng ulang tahun yang dihadiri para anggota IDAI, senior, sejawat, serta keluarga besar dokter anak Sulawesi Selatan.
Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah tokoh senior IDAI, termasuk Prof. Syarifuddin Rauf, para konsultan, dan anggota IDAI dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan.
Sehari sebelumnya, Sabtu (13/6), berbagai kegiatan dilaksanakan secara paralel di sejumlah lokasi. Salah satunya seminar kesehatan anak bertema “Optimalisasi Perkembangan Otak dan Tatalaksana Penyakit Infeksi pada Anak” yang digelar di Gedung Tinggimae, Rumah Jabatan Bupati Gowa.
Seminar tersebut diikuti sekitar 250 peserta yang terdiri atas anggota TP PKK, Dharma Wanita, tenaga kesehatan, kader kesehatan, serta tokoh masyarakat. Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan yang membahas pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak dan pencegahan penyakit infeksi.
Kegiatan seminar dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Andy Azis. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi kontribusi IDAI dalam meningkatkan kualitas kesehatan anak serta memperkuat edukasi kesehatan bagi masyarakat.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi profesi kesehatan menjadi faktor penting dalam mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas.
Di lokasi berbeda, yakni Rumah Sakit Kalong Tala, IDAI menggelar workshop bertajuk “Tatalaksana Awal Asfiksia Neonatorum” yang diikuti sekitar 60 tenaga kesehatan dari rumah sakit dan puskesmas.
Selain itu, peserta juga mendapatkan pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) pada anak. Materi disampaikan secara interaktif melalui simulasi dan praktik langsung sehingga peserta dapat memahami langkah-langkah penanganan kegawatdaruratan pada anak secara tepat.
Rangkaian kegiatan edukasi juga menghadirkan penyuluhan mengenai deteksi dini penyakit jantung bawaan pada bayi yang dibawakan oleh dr. dr. Yulius Patiang, Sp.A, Sp.KJ(K). Materi tersebut menekankan pentingnya mengenali gejala sejak dini untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.
Sementara itu, dr. dr. Jusli Aras, Sp.A(K), memberikan penyuluhan mengenai hipertensi pada anak, mulai dari faktor risiko, deteksi dini hingga penanganannya. Topik ini menjadi perhatian karena kasus hipertensi pada usia anak dan remaja cenderung meningkat.
IDAI juga menyebarkan dokter anak ke sejumlah puskesmas untuk memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat. Di Puskesmas Somba Opu, peserta mendapatkan penyuluhan mengenai alergi makanan pada anak dan cara penanganannya.
Di Puskesmas Pallangga, dr. Kharisma, Sp.A, membahas pentingnya imunisasi sebagai upaya perlindungan anak dari berbagai penyakit menular. Sedangkan di Puskesmas Samata, dr. Hilda Novita, Sp.A, memberikan edukasi mengenai penyakit morbili atau campak pada anak.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, IDAI Cabang Sulsel menunjukkan komitmennya untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Gowa, organisasi profesi kesehatan, TP PKK, Dharma Wanita, Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Dinas Kesehatan, serta tokoh masyarakat dalam meningkatkan kualitas kesehatan anak.
Peringatan HUT ke-72 IDAI tidak hanya menjadi ajang silaturahmi bagi para dokter anak dan keluarga besar IDAI, tetapi juga menjadi wujud nyata pengabdian profesi dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat serta memperkuat layanan kesehatan anak di Sulawesi Selatan.
Dalam seminar di moderatori oleh dr. Andi Tenrisanna, Sp.A. Lalu pemateri ada Dr. dr. Urfianty ,M.Kes ,Sp.A, Subsp. Neuro(K) membahas Kiat-kiat Mengoptimalkan Perkembangan Otak Anak
Kemudian Dr. dr. Martira Maddeppungeng, Sp.A,Subsp.TKPS(K) membawakan materi terkait Deteksi Dini Gangguan Perkembangan Anak. Lalu dr. Ninny Meutia Pelupessy, Sp.A membahas terkait Kupas Tuntas Penyakit Kaki, Tangan dan Mulut: Dari Penularan Hingga Masa Pemulihan.(wis)





