DKI Optimalkan Jakpreneur untuk Dorong UKM Naik Kelas dan Perkuat Ketahanan Ekonomi Jakarta

pantau.com
12 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta mengoptimalkan pembinaan usaha kecil dan menengah (UKM) melalui ekosistem Jakarta Enterpreneur (Jakpreneur) guna mendorong pelaku usaha naik kelas dan memperkuat ketahanan ekonomi kota.

Fokus pada Digitalisasi dan Standardisasi Global

Kepala Dinas PPKUKM DKI Jakarta Elisabeth Ratu Rante Allo mengatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan dua transformasi besar bagi UKM, yakni digitalisasi dan standardisasi global.

"UKM Jakarta harus mampu naik kelas. Produk-produk UKM harus memiliki standar kualitas, kemasan dan manajemen yang diakui secara internasional," ungkap Ratu dalam siniar bertema "Optimalisasi Pembinaan UKM melalui Ekosistem Jakpreneur" yang dipantau di Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Ia mengungkapkan transformasi lain yang ingin diwujudkan adalah kemandirian usaha serta ketahanan ekonomi kota di tengah perubahan lanskap ekonomi global yang dinamis.

"Melalui sosialisasi, saya meminta kepada seluruh jajaran pembina, pendamping, dan para pelaku UKM untuk mengoptimalkan seluruh fasilitas yang ada di dalam ekosistem Jakpreneur," ujarnya.

Jakpreneur Jadi Ekosistem Terintegrasi Pembinaan UKM

Ratu menegaskan UKM memiliki peran penting sebagai tulang punggung sekaligus penggerak ekonomi Jakarta sehingga diperlukan pembinaan yang lebih cepat, cerdas, dan terintegrasi.

"Jakpreneur bukan sekadar program biasa, tetapi sebuah ekosistem. Ini semua terintegrasi dengan teknologi digital dengan berkolaborasi antarsektor," katanya.

Menurut Ratu, penguatan UKM juga menjadi bagian penting dalam mendukung target Jakarta menembus 20 besar kota global dunia.

Hingga 17 Juni 2026, jumlah anggota Jakpreneur tercatat mencapai 421.688 anggota dari sekitar 1,3 juta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Jakarta.

Dari total anggota tersebut, sebanyak 300.668 anggota telah memiliki usaha yang didominasi sektor kuliner sebesar 73,38 persen, diikuti fesyen 8,94 persen, kerajinan 3,40 persen, dan sektor lainnya 14,28 persen.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tak Sanggup Terus Mendekam di Penjara karena Sakit, Richard Lee Ajukan Tahanan Kota
• 7 jam lalugrid.id
thumb
Kejagung Tahan Tersangka Baru Kasus MBG, Berperan Jual Titik Dapur SPPG 
• 2 jam laluidxchannel.com
thumb
Ngarak Banteng 1 Suro Empu Supo ke-18 Siap Semarakkan Kota Batu, Angkat Semangat Kebangkitan Budaya
• 8 jam lalurealita.co
thumb
Bukan Soal Bola, Ini Alasan Dibalik angisan Messi yang Gegerkan Piala Dunia 2026
• 19 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Komunitas cosplay Tarakan dorong dukungan kreativitas anak muda
• 22 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.