Profil Luca Zidane, Anak Zinedine Zidane yang Bela Timnas Ajazair di Pildun 2026

katadata.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Panggung Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko langsung menghadirkan kejutan besar sejak awal turnamen resmi bergulir. Salah satu sorotan utama publik tertuju pada pertandingan pembuka Grup J yang mempertemukan juara bertahan Argentina melawan Timnas Aljazair di Arrowhead Stadium, Kansas City, pada Rabu, 17 Juni 2026.

Banyak penonton dunia dengan cepat memperhatikan nama besar yang tertera di bagian belakang seragam nomor punggung penjaga gawang Aljazair dalam laga tersebut. Sosok yang berdiri di bawah mistar gawang sebagai starting XI itu adalah Luca Zidane, putra kedua dari legenda sepak bola dunia asal Prancis, Zinedine Zidane.

Kehadiran nama besar tersebut di papan skor dan daftar susunan pemain tim nasional negara Afrika Utara ini tentu memicu rasa penasaran yang mendalam di kalangan pencinta sepak bola. Sang ayah merupakan ikon abadi yang mempersembahkan gelar Piala Dunia 1998 serta membawa Prancis menembus final pada 2006, namun sang anak justru memilih jalur internasional yang berbeda demi mengejar impian masa kecilnya tampil di panggung dunia.

Walaupun pertandingan debutnya di turnamen empat tahunan terakbar ini harus berakhir dengan kekalahan Aljazair 0-3 akibat performa gemilang Lionel Messi yang memborong tiga gol, penampilan penjaga gawang bernama lengkap Luca Zinedine Zidane Fernández tersebut tetap mengukir sejarah baru yang sangat unik bagi keluarga besar Zidane.

Silsilah Keluarga Zidane dan Alasan Bergabungnya Luca Ke Aljazair

Keputusan seorang pemain profesional untuk berpindah asosiasi sepak bola di level internasional selalu dilandasi oleh ikatan emosional, sejarah asal-usul keluarga, serta aturan hukum formal yang berlaku. Bagi masyarakat awam, pilihan yang diambil oleh sang penjaga gawang kelahiran Aix-en-Provence, Prancis pada 13 Mei 1998 ini mungkin terasa mengejutkan mengingat ia lahir dan tumbuh besar di Eropa. Namun, jika menilik silsilah keluarga dari jalur sang ayah, keputusan ini memiliki dasar kultural yang sangat kuat karena mereka telah hidup dalam budaya negara tersebut sejak kecil.

Orang tua Zinedine Zidane sendiri lahir di Aljazair, di mana keluarga besarnya merupakan imigran asli dari wilayah pegunungan bernama Aguemoune. Berkat latar belakang tersebut, Luca Zidane sebenarnya memiliki kesempatan untuk memilih tiga kewarganegaraan berbeda.

Pilihan pertama adalah Prancis yang merupakan negara kelahirannya serta tempat sang ayah menjalani karier sebagai ikon sepak bola mancanegara, lalu pilihan kedua adalah Spanyol tempat ia tinggal hampir sepanjang hidupnya dan menempa bakat sepak bola sejak kecil karena karier ayahnya di Real Madrid dimulai pada tahun 2001, serta pilihan terakhir adalah Aljazair yang akhirnya resmi ia pilih.

Keputusan besar untuk berpindah tim nasional ini diambil setelah melalui diskusi mendalam bersama seluruh anggota keluarga, termasuk ayah, ibu, saudara-saudara, hingga kakeknya. Sang ayah menyambut positif dan merasa bahagia karena mengetahui hal tersebut merupakan impian besar sang anak untuk tampil di Piala Dunia.

Setelah melalui proses administrasi panjang, Federasi Sepak Bola Aljazair secara resmi mendapatkan lampu hijau dari otoritas tertinggi sepak bola dunia ketika FIFA mengesahkan permohonan perpindahan asosiasi dari Prancis ke Aljazair pada 19 September 2025.

Silsilah Empat Bersaudara Putra Zidane

Berbeda dengan sang ayah yang merupakan maestro lapangan tengah legendaris, anak-anak dari Zinedine Zidane memilih jalur dan posisi bermain yang sangat bervariasi di dunia sepak bola profesional. Uniknya, dari empat bersaudara yang semuanya sempat menempa diri di kompetisi Spanyol, hanya satu orang yang memilih peran khusus sebagai tembok pertahanan terakhir di bawah mistar gawang. Keberagaman posisi ini menunjukkan bahwa masing-masing anak memiliki karakteristik bermain yang mandiri dan lepas dari dikte nama besar sang ayah.

Putra sulung dari keluarga Zidane adalah Enzo Zidane yang kini berusia 31 tahun dan bermain di posisi gelandang. Ia saat ini diketahui telah mengambil keputusan untuk pensiun dari dunia sepak bola setelah terakhir kali tercatat tampil memperkuat klub Fuenlabrada di kompetisi Primera Federacion Liga Spanyol.

Di posisi kedua, ada Luca Zidane yang kini berusia 28 tahun dan mengambil jalan unik sebagai penjaga gawang (goalkeeper) bertinggi badan 1,83 meter, menjadikannya satu-satunya anak Zidane yang bukan merupakan pemain lapangan biasa (outfield player).

Sementara itu, anak ketiga yang bernama Theo Zidane kini berusia 24 tahun dan memilih mengikuti jejak posisi sang ayah sebagai pemain tengah atau gelandang kreatif. Theo tercatat pernah tampil membela Real Madrid Castilla dalam 93 pertandingan sebelum akhirnya memutuskan menyeberang ke Cordoba sejak tahun 2024.

Terakhir, putra bungsu yang bernama Elyaz Zidane kini berusia 20 tahun dan memilih fokus menjaga area pertahanan sebagai seorang bek tengah. Saat ini, Elyaz aktif mengembangkan karier sepak bolanya dengan memperkuat tim cadangan Real Betis, yaitu Betis Deportivo, di kompetisi Primera Federacion.

Kiprah Internasional dari Usia Muda hingga Senior

Sebelum memantapkan pilihan untuk membela tanah kelahiran leluhurnya, sang pemain sempat melewati fase panjang di kompetisi sepak bola Eropa. Pada usia muda, ia sempat menjadi bagian penting dari skuad Prancis muda saat menjuarai ajang Euro U17 pada tahun 2015, serta tercatat sempat membela tim nasional Prancis U20 pada tahun 2018.

Momen paling ikonik dalam karier mudanya terjadi di babak semifinal kompetisi Euro U17 tersebut, di mana ia sukses menjadi pahlawan kemenangan dengan menepis tiga tendangan penalti berturut-turut saat melawan Belgia.

Meskipun bersinar di level tim muda, ketatnya persaingan di sektor penjaga gawang negara kelahirannya membuat kesempatan untuk menembus skuad utama senior Prancis menjadi sangat sulit. Hal ini membuat Federasi Sepak Bola Aljazair (FAF) terus memantau situasi sang pemain secara intensif hingga akhirnya mengajukan tawaran resmi untuk bergabung demi memperkuat tim nasional mereka yang dijuluki The Fennecs. Ia kemudian melakoni debut penuh pada 14 Oktober 2025 dalam laga kualifikasi Piala Dunia 2026 saat Aljazair menang 2-1 atas Uganda.

Hingga menjelang bergulirnya fase grup Piala Dunia 2026, ia total telah mengantongi 7 caps internasional bagi Aljazair. Catatan impresifnya termasuk menjaga gawang nirbobol (clean sheet) saat menang 1-0 dalam laga uji coba kontra Belanda pada Juni 2026. Di bawah arahan pelatih Vladimir Petkovic, ia juga dipercaya masuk skuad utama untuk berlaga di ajang Piala Afrika, di mana langkah timnya harus terhenti di babak perempat final setelah menelan kekalahan melawan Nigeria pada 10 Januari.

Perjalanan Karier Profesional di Level Klub

Menjadi anak dari seorang manajer dan pemain legendaris dunia menuntut kerja keras ekstra demi membuktikan kemampuan diri sendiri di level klub. Sebagian besar perjalanan kariernya dihabiskan di kompetisi Spanyol, mengikuti perkembangan profesi sang ayah yang sempat menduduki posisi sebagai manajer Real Madrid selama era tahun 2010-an.

Berdasarkan data pergerakan transfer pemain dari FotMob, Luca memulai karier profesionalnya pada Juli 2016 melalui sistem akademi Real Madrid dan Real Madrid Castilla (Real Madrid B). Ia sempat mencatatkan 2 penampilan bersama tim senior Real Madrid, dengan laga debut resmi pada 19 Mei 2018 saat bermain imbang 2-2 kontra Villarreal.

Guna menambah jam terbang akibat ketatnya persaingan di tim utama Los Blancos, ia dipinjamkan ke klub Segunda Division, Racing Santander, pada Juli 2019 dan tampil sebanyak 33 kali sepanjang musim 2019/2020.

Setelah itu, pada Oktober 2020 ia resmi direkrut oleh Rayo Vallecano. Meskipun awalnya tidak langsung menjadi pilihan utama, ia berkontribusi besar membantu klub tersebut promosi ke kasta tertinggi La Liga saat dipercaya menggantikan kiper utama, Stole Dimitrievski, yang sedang berlaga di ajang Euro 2020.

Perjalanan kariernya terus berlanjut setelah sempat berstatus tanpa klub selama beberapa bulan, di mana ia akhirnya bergabung dengan Eibar pada September 2022 secara bebas transfer dan berhasil mengemas 63 penampilan selama dua musim di klub Basque tersebut.

Langkah terbarunya terjadi pada Juli 2024, di mana ia menandatangani kontrak bersama Granada di kompetisi La Liga. Di klub barunya ini, ia sukses mengunci posisi sebagai andalan utama di bawah mistar gawang dan terus menunjukkan performa konsisten hingga musim kompetisi saat ini.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hadapi Format Baru Badminton Asia Junior Championships, Tim Indonesia Uji Strategi Beregu
• 16 jam laluberitajatim.com
thumb
Preview Kanada vs Qatar: Jesse Marsch Minta Merahkan Stadion
• 6 jam laluharianfajar
thumb
Gelombang Warga Surabaya Padati Depan Gelora 10 Nopember Jelang Perayaan HUT Persebaya
• 18 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Wawasan Polling SS: Masyarakat Merasa Perlu Minum Susu Jadi Gaya Hidup di Indonesia
• 3 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Ada Upacara Ziarah di TMP Kalibata Pagi Ini, Dishub Rekayasa Lalu Lintas
• 10 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.