Polda Metro Jaya menyiapkan total 4.131 personel gabungan untuk mengamankan dan mengawal aksi unjuk rasa yang berlangsung di beberapa titik wilayah DKI Jakarta pada Kamis (18/6). Personel ini merupakan gabungan dari berbagai satuan guna memastikan keamanan, ketertiban, dan tidak menanganggu aktivitas masyarakat.
Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto di Jakarta mengatakan bahwa ribuan personel tersebut akan disebar di sejumlah titik yang menjadi pusat konsentrasi massa.
"Polda Metro Jaya menyiapkan 4.131 personel gabungan untuk melayani dan mengamankan kegiatan penyampaian pendapat masyarakat. Kehadiran personel di lapangan untuk memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat lainnya,"ujar Budi.
Komposisi dari personel gabungan ini adalah sebanyak 2.359 personel berasal dari unsur Polda Metro Jaya, kemudian 372 personel dari jajaran Polres.
Selain itu, pengamanan juga diperkuat oleh 1.400 personel dari Bantuan Kendali Operasi (BKO). Unsur BKO ini meliputi 200 personel Tentara Nasional Indonesia (TNI), 900 personel Korps Brigade Mobil (Korbrimob), serta 300 personel Korps Sabhara (Korsabhara).
Lokasi Konsentrasi Massa dan Aksi DemoBeberapa titik utama yang menjadi lokasi konsentrasi massa dan pengamanan personel dilakukan secara strategis. Titik pengamanan utama mencakup kawasan Monumen Nasional (Monas) dan Bundaran HI/Dukuh Atas.
Selain itu, beberapa lokasi lain juga menjadi fokus pengamanan yaitu gedung DPR/MPR RI serta gedung Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemenaker RI).
Massa yang datang adalah dari berbagai elemen masyarakat dari organisasi kemahasiswaan dan kemasyarakatan dijadwalkan menyampaikan aspirasi di kawasan Monas. Sementara kelompok massa lainnya terkonsentrasi di kawasan Bundaran HI/Dukuh Atas dan Gedung Kemenaker RI.
Strategi Pelayanan dan Pengamanan DemonstrasiDalam mengatur pengamanan dan pelayanan terhadap unjuk rasa, Polda Metro Jaya mengedepankan strategi pelayanan yang mengutamakan tindakan preemtif, preventif , serta penegakan hukum jika ditemukan adanya pelanggaran.
Personel kepolisian yang bertugas juga difokuskan untuk melakukan pengaturan arus lalu lintas, pengamanan objek vital, serta memberikan pelayanan kepada pengguna jalan.
"Kami mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis. Seluruh personel telah diingatkan untuk bertindak sesuai prosedur, tidak mudah terprovokasi, serta mengutamakan keselamatan masyarakat, peserta aksi, dan petugas," ujarnya.
Rekayasa lalu lintas akan dijalankan secara situasional menyesuaikan dengan dinamika di lapangan.
Imbauan dan Tindakan Kepolisian kepada MasyarakatPolda Metro Jaya mengimbau masyarakat untuk menghindari kawasan yang menjadi titik konsentrasi aksi demo jika tidak memiliki kepentingan yang mendesak agar terhindari dari kepadatan lalu lintas.
"Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Kepada peserta aksi, silakan menyampaikan pendapat secara tertib, damai, tidak melakukan tindakan anarkis, tidak merusak fasilitas umum, dan tetap menghormati hak masyarakat lainnya," kata Budi.
Polda Metro Jaya juga membuka layanan pelaporan bagi masyarakat yang melihat adanya potensi gangguan keamanan dan ketertiban. Masyarakat dapat segera menghubungi kepolisian melalui layanan Call Center 110 ataupun datang langsung ke pos-pos polisi terdekat untuk melaporkan informasi penting guna penanganan cepat dan tepat.





