Jakarta, VIVA – KAI Properti melaksanakan proyek pengembangan infrastruktur berupa perpanjangan peron pada jalur 6, 7, dan 8 di Stasiun Bogor. Proyek ini merupakan bagian dari komitmen KAI Group dalam mendukung modernisasi infrastruktur perkeretaapian nasional sekaligus meningkatkan pelayanan kepada pengguna KRL Commuter Line.
Sekretaris Perusahaan KAI Properti, Agus Junaedi menyampaikan bahwa pengembangan jalur dan peron tersebut akan berperan penting dalam mendukung peningkatan kapasitas layanan penumpang KRL. Khususnya, untuk mengantisipasi pertumbuhan mobilitas masyarakat di wilayah Bogor dan sekitarnya.
“Pengembangan infrastruktur ini merupakan bentuk dukungan KAI Properti terhadap peningkatan kualitas layanan transportasi publik berbasis rel. Kami berharap fasilitas yang dibangun dapat memberikan kenyamanan yang lebih baik bagi pengguna KRL sekaligus mendukung operasional perkeretaapian yang semakin andal,” ujar Agus dikuti dari keterangannya, 18 Juni 2026.
Dia menjelaskan, pekerjaan tersebut bertujuan mengakomodasi operasional rangkaian KRL Commuter Line dengan formasi 12 kereta (SF12) yang sebelumnya beroperasi dengan formasi 10 kereta. Seiring meningkatnya mobilitas masyarakat dan volume perjalanan kereta api di Stasiun Bogor, pengembangan fasilitas ini menjadi langkah strategis untuk mendukung kapasitas layanan, kelancaran operasional, serta meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jasa kereta api.
Saat ini, kondisi peron dan jalur eksisting dinilai belum optimal untuk mendukung operasional rangkaian kereta dengan kapasitas yang lebih besar. Oleh karena itu, melalui proyek ini dilakukan perpanjangan peron pada jalur 6 dan 7 dari semula 201 meter menjadi 251 meter. Sementara itu, peron jalur 8 diperpanjang dari 204 meter menjadi 252 meter.
Hingga saat ini, sejumlah tahapan pekerjaan utama telah berhasil diselesaikan, antara lain pembangunan struktur peron dan hall, pemasangan jalur rel, serta pekerjaan Listrik Aliran Atas (LAA). Di sisi lain, progres pekerjaan juga terus berjalan melalui pemasangan struktur baja, pemasangan atap peron, serta pekerjaan finishing arsitektur.
Dalam pelaksanaannya, KAI Properti bersama kontraktor pelaksana terus memastikan seluruh pekerjaan berjalan sesuai rencana dan memenuhi standar mutu yang telah ditetapkan. Aspek keselamatan kerja, kualitas hasil pekerjaan, dan ketepatan waktu penyelesaian menjadi fokus utama pada setiap tahapan proyek.
“Pelaksanaan pekerjaan dilakukan dengan memperhatikan kondisi area operasional aktif di stasiun, sehingga aktivitas pelayanan kepada masyarakat pengguna kereta api maupun perjalanan kereta api tetap dapat berlangsung dengan aman, nyaman, dan lancar,” tambah Agus.





