Pantau - Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Fakhrul Fulvian menilai berbagai program pembangunan yang dijalankan pemerintah dalam satu dekade terakhir telah memperkuat fondasi ekonomi nasional, terutama melalui pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK) dan pembangunan infrastruktur.
Menurut Fakhrul, pembangunan KEK di sejumlah wilayah strategis menjadi langkah penting dalam mendorong pertumbuhan sektor manufaktur dan meningkatkan daya saing industri nasional.
“Tujuan pembangunan kawasan ini adalah mendorong pertumbuhan industri manufaktur,” ujar Fakhrul dalam acara ‘Pantau APBN' di Jakarta, Kamis (18/6/2026).
Ia menilai penguatan sektor industri perlu terus didorong untuk memperbaiki struktur ekonomi Indonesia di tengah dinamika global dan tekanan terhadap nilai tukar rupiah dalam beberapa tahun terakhir.
Selain KEK, pembangunan infrastruktur secara masif juga dinilai memberikan dampak positif terhadap konektivitas ekonomi. Menurutnya, infrastruktur yang semakin baik memungkinkan produk industri dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari berbagai daerah menjangkau pasar yang lebih luas.
“Hal ini bertujuan agar produk industri, termasuk UMKM dari daerah seperti Tasikmalaya dan Subang, dapat lebih efisien menjangkau pasar ekspor melalui pelabuhan,” katanya.
Fakhrul menilai peningkatan konektivitas membuka peluang lebih besar bagi pelaku usaha daerah untuk masuk ke rantai perdagangan global.
Di sisi lain, ia mencatat Indonesia masih mampu menjaga sejumlah indikator ekonomi, salah satunya melalui surplus neraca perdagangan dalam beberapa periode terakhir.
Menurutnya, berbagai langkah pembangunan yang dilakukan pemerintah menunjukkan adanya upaya berkelanjutan untuk memperkuat fondasi ekonomi jangka panjang.
“Dengan dukungan sumber daya alam yang melimpah dan potensi produktivitas di sektor pertanian, Indonesia dinilai memiliki modal besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan dan inklusif,” tandasnya.




