Media UEA: Harga Minyak Akan Stabil 4-8 Pekan

celebesmedia.id
5 jam lalu
Cover Berita

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Harga minyak dunia diperkirakan masih membutuhkan waktu antara empat hingga delapan pekan untuk kembali stabil meskipun Selat Hormuz dibuka kembali dalam waktu dekat.

Laporan Gulf News yang berbasis di Uni Emirat Arab (UEA) menyebut sejumlah faktor masih menahan penurunan harga minyak. Di antaranya antrean kapal tanker yang menumpuk, biaya asuransi yang tinggi, rendahnya tingkat persediaan, serta risiko geopolitik yang belum sepenuhnya mereda.

Harga minyak mentah Brent sebelumnya sempat melonjak mendekati 120 dolar AS per barel selama masa konflik. 

Namun, harga kini turun ke kisaran 80 dolar AS per barel setelah pelaku pasar memperhitungkan kemungkinan tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran serta pembukaan kembali jalur pelayaran strategis tersebut.

Meski pasar berjangka merespons perkembangan tersebut dengan cepat, para analis menilai pasar minyak fisik memerlukan waktu lebih lama untuk kembali normal.

Selat Hormuz merupakan jalur vital yang menangani sekitar 20 persen perdagangan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia. Karena itu, pasar membutuhkan bukti bahwa kapal tanker dapat beroperasi secara aman dan konsisten sebelum premi risiko geopolitik benar-benar hilang dari harga minyak.

Krisis yang terjadi juga kembali menyoroti ketergantungan dunia terhadap pasokan energi yang melintasi Selat Hormuz. Kondisi ini diperkirakan akan mendorong negara-negara Teluk mempercepat pengembangan jaringan pipa dan jalur ekspor alternatif guna meningkatkan keamanan energi serta mengurangi risiko gangguan pasokan di masa depan.

Sementara itu, Amerika Serikat (AS), Pakistan, dan Iran pada Senin (15/6) dini hari waktu setempat mengumumkan finalisasi nota kesepahaman (MoU) perdamaian untuk mengakhiri perang setelah melalui proses negosiasi selama beberapa pekan.

Sesuai rencana, MoU tersebut akan ditandatangani secara resmi di Swiss pada Jumat (19/6).

Presiden AS Donald Trump pada Selasa (16/6) menyatakan bahwa pemerintah AS akan memastikan Selat Hormuz dibuka sepenuhnya mulai Jumat (19/6). Pernyataan tersebut menjadi sinyal positif bagi pasar energi global, meski dampaknya terhadap stabilitas harga minyak diperkirakan tidak akan terjadi dalam waktu singkat.

Sumber: Antara/ Gulf News



Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kemarau, Pompa Hilang 7 Kali, hingga Menyedot Air dari Situ
• 10 jam lalukompas.id
thumb
Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, Massa Lempari Botol dan Batu ke TNI Polri
• 8 jam laluliputan6.com
thumb
Daya Tarik Menarik Thailand: Eksplorasi Kota Bangkok dan Keindahan Pesisir Pattaya
• 1 jam laluidxchannel.com
thumb
Mendag Dorong UMKM Salatiga Jadi Eksportir dan Manfaatkan Program Pemerintah untuk Akselerasi
• 6 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
BEM UI Semprot Kepala Bakom Soal MBG: Janji Politik Bukan Alasan Kebijakan Tak Bisa Disetop
• 3 jam lalueranasional.com
Berhasil disimpan.