Bisnis.com, PALEMBANG – Pemerintah Kota Palembang menyiapkan sejumlah strategi untuk memperluas kesempatan kerja dan menekan angka pengangguran.
Wali Kota Palembang Ratu Dewa menegaskan bahwa upaya penyaluran tenaga kerja ke depan tidak lagi bersifat pasif dengan menunggu pencari kerja datang ke Dinas Tenaga Kerja (Disnaker). Sebaliknya, Disnaker akan lebih proaktif melalui sistem jemput bola.
"Selama ini masyarakat yang mencari kerja datang ke Disnaker. Ke depan harus dibalik, Disnaker yang proaktif jemput bola sehingga memiliki database yang lengkap," ujarnya, Kamis (18/6/2026).
Baca Juga
- CFD Ampera Resmi Diluncurkan, Pemkot Palembang Bidik Penguatan Ekonomi dan Ruang Publik Sehat
- Pertumbuhan Ekonomi Palembang Capai 5,91%, Ratu Dewa Ungkap Strategi Mempertahankan
- Palembang Pertahankan Opini WTP, Ratu Dewa: Jangan Pernah Lengah
Menurut Ratu Dewa, persoalan lapangan kerja masih menjadi salah satu keluhan utama masyarakat. Selain harga kebutuhan pokok yang kerap berfluktuasi, banyak orang tua berharap anak-anak mereka dapat segera memperoleh pekerjaan setelah menyelesaikan pendidikan.
Pemkot Palembang akan memperkuat kerja sama dengan berbagai sektor usaha, termasuk perhotelan, serta meningkatkan frekuensi penyelenggaraan job fair.
"Saya akan bekerja sama dengan pihak perhotelan dan memperbanyak program job fair. Kalau selama ini hanya satu kali dalam setahun, saya ingin lebih sering sehingga peluang masyarakat mendapatkan pekerjaan semakin besar," katanya.
Selain membuka lebih banyak ruang rekrutmen, Pemkot juga mendorong perusahaan untuk menyerap tenaga kerja muda, termasuk lulusan baru maupun mereka yang tidak melanjutkan pendidikan.
"Ketika ada masyarakat yang memiliki kompetensi dan memenuhi persyaratan, Disnaker harus segera memperoleh informasi dan menghubungkannya dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja," tambahnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Selatan, jumlah angkatan kerja di Kota Palembang pada 2025 mencapai 1,29 juta orang, terdiri atas 649.000 perempuan dan 642.000 laki-laki.
Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebanyak 1,27 juta orang, dengan rincian 643.000 perempuan dan 636.000 laki-laki.





