SERANG, KOMPAS.TV - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten menyatakan penderita diabetes melitus di provinsi tersebut kini didominasi kelompok usia produktif.
Kepala Dinkes Provinsi Banten Ati Pramudji Astuti menyatakan pihaknya mencatat total 94.607 kasus diabetes melitus di provinsi tersebut.
Ati mengatakan kasus diabetes melitus, khususnya tipe 2, meningkat di kalangan usia produktif karena pergeseran gaya hidup. Sebelumnya, mayoritas penderita diabetes merupakan kelompok lanjut usia.
"Yang harus menjadi perhatian adalah pola makan dan aktivitas fisik. Saat ini banyak anak dan remaja mengonsumsi makanan dan minuman tinggi gula, sementara aktivitas fisiknya semakin berkurang," kata dia di Serang, Kamis (18/6/2026).
Baca Juga: Cegah Diabetes, Pemerintah Bakal Mulai Cantumkan Kadar Gula, Garam, dan Lemak di Produk Kemasan
Ati menyampaikan, faktor pemicu utama meningkatnya penderita diabetes tipe 2 adalah minimnya aktivitas fisik, tingginya asupan gula harian, obesitas, pola tidur yang tidak teratur, serta faktor genetika.
Untuk menekan laju kasus diabetes, Ati mengimbau para orang tua dan keluarga untuk segera membatasi asupan gula berlebih dan membiasakan aktivitas fisik secara rutin di lingkungan rumah.
"Jangan menunggu sakit dulu. Biasakan keluarga menerapkan pola hidup sehat, kurangi gula berlebih, rajin berolahraga, dan lakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala,"kata Ati, dikutip Antara.
Berdasarkan data Dinkes Banten per 10 Juni 2026, dari total 94.607 kasus diabetes, sebanyak 69.809 kasus atau sekitar 73,8 persen terjadi pada rentang usia produktif, yakni 15 hingga 59 tahun. Sedangkan kelompok lansia di atas 60 tahun sebanyak 22.905 kasus.
Pada kelompok usia anak, kasus diabetes yang ditemukan mencapai 1.651 kasus untuk usia 6-14 tahun, 241 kasus usia 1-5 tahun, dan satu kasus pada bayi berusia di bawah satu tahun.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Antara
- diabetes melitus
- dinkes banten
- diabetes usia produktif
- faktor pemicu diabetes
- diabetes
- penyebab diabetes





