Grid.ID - Seorang Ketua RW berinisial AB di Kampung Sawah, Semper Timur, Cilincing, Jakarta Utara, diduga menganiaya lima anak di bawah umur. Peristiwa tersebut terjadi Senin (15/6/2026) malam.
Korban yang berjumlah 5 orang berusia antara 9 hingga 14 tahun. Mereka sedang bermain di depan rumah salah satu keluarga korban pada malam kejadian.
Pelaku sempat menegur anak-anak tersebut untuk bubar. Akan tetapi, ia kembali keluar dan melemparkan kayu ke arah genteng dan mendobrak pintu tempat anak-anak berlindung.
Lima anak di bawah umur yang menjadi korban mengalami mata lebam dan benjolan di kepala akibat hantaman yang dilakukan oleh sang Ketua RW. Berikut kesaksian salah satu keluarga korban dugaan penganiayaan buah.
Melansir Kompas.com, seorang Ketua RW berinisial AB di kawasan Kampung Sawah, Semper Timur, Cilincing, Jakarta Utara, dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Utara atas dugaan penganiayaan terhadap lima anak di bawah umur, Senin (15/6/2026) malam. Laporan tersebut dibuat oleh Hendri Perkasa (48), orangtua salah satu korban, pada Selasa (16/6/2026) dini hari.
Adapun lima anak yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut yakni S (13), MA (14), MRA (14), AP (9), dan A (12). Berdasarkan Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) Nomor LP/B/1338/VI/2026/SPKT/POLRES METRO JAKUT/POLDA METRO JAYA, laporan diterima polisi pada pukul 04.56 WIB.
Dilansir dari Tribunjakarta.com, seorang bocah berusia 9 tahun menjadi korban dalam kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan Ketua RW 11 Kelurahan Semper Timur, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Abu Bakar. Korban yang masih duduk di bangku sekolah dasar itu disebut tidak sedang bermain bersama teman-temannya saat insiden terjadi pada Senin (15/6/2026) malam.
Kakak salah satu korban, Jihan Aprilia, mengatakan adiknya yang berusia 9 tahun justru sedang tertidur di dalam rumah ketika peristiwa tersebut terjadi. Menurut Jihan, anak-anak yang sebelumnya mendapat teguran karena masih berkumpul hingga larut malam telah masuk ke dalam rumah. Namun, tak lama kemudian, Abu Bakar diduga mendatangi rumah tersebut dan masuk ke dalam.
"Habis pulang, bocah masuk ke dalam. Masuk ke dalam, ternyata si RW masuk, nendang pintu. Salah satunya ada yang ditonjok, ada yang ditampar," kata Jihan saat ditemui di Kampung Sawah, Semper Timur, Rabu (17/6/2026).
Jihan mengatakan, adiknya yang masih berusia 9 tahun menjadi salah satu korban meski tidak ikut berkumpul di luar rumah.
"Yang paling kecil lagi tidur, ditarik, ditampar, ditindihin," ujarnya.
Baca Juga: Terungkap Kronologi Pria Aniaya Adiknya hingga Tewas di Jombang, Bumbu Pecel Diduga Jadi Pemicu
Ia menuturkan, saat kejadian dirinya berada di dalam kamar dan hendak beristirahat. Setelah mendengar adik-adiknya menangis dan berlarian ke dalam rumah, Jihan kemudian keluar untuk melihat apa yang terjadi.
"Saya mau tidur. Nah, pas selesai adik saya pada diginiin, adik saya lari ke dalam, bilangin. Ya sudah saya keluar, Pak RW ada di situ sambil ngelihat dia," kata Jihan.
Menurut dia, peristiwa yang dialami adik-adiknya tidak terjadi di luar rumah sebagaimana informasi yang sempat beredar di media sosial. Jihan menegaskan dugaan pemukulan justru terjadi setelah anak-anak berada di dalam rumah.
"Kejadiannya bukan di luar. Kejadiannya di dalam rumah. Pak RW masuk, nge-dobrak," ujarnya.
Lima anak di bawah umur di Kampung Sawah, Semper Timur, Cilincing, Jakarta Utara diduga menjadi korban penganiayaan. Adapun pelaku dikenal warga sebagai Ketua RW 011 berinisial AB.
Pelaku kini telah dilaporkan oleh orang tua korban. Pihak kepolisian pun kini sedang dalam proses penanganan hukum . (*)
Artikel Asli




