Pantau - Kebiasaan mendengkur setiap malam tidak hanya mengganggu kualitas tidur, tetapi juga berpotensi memengaruhi kesehatan mental, fungsi kognitif, dan daya ingat otak apabila berkaitan dengan gangguan tidur yang tidak ditangani.
Mendengkur Bisa Menjadi Tanda Gangguan Tidur SeriusDirektur Neurologi Intervensional dan Ahli Bedah Saraf Rumah Sakit Gleneagles, Parel, India, Dr. Nitin Dange mengatakan mendengkur sering dianggap normal karena faktor kelelahan atau penuaan.
“Mendengkur terjadi pada sebagian besar orang dan dianggap sangat normal karena kelelahan atau penuaan. Tetapi, pahami bahwa mendengkur dapat menjadi tanda gangguan tidur yang mendasarinya yang dikenal sebagai apnea tidur obstruktif, di mana pernapasan berulang kali berhenti dan tersambung selama tidur,” kata Nitin.
Menurutnya, tidur berkualitas sangat penting bagi otak untuk beristirahat, memproses informasi, dan menyimpan ingatan.
Nitin menjelaskan apnea tidur obstruktif dapat menyebabkan penurunan kadar oksigen dalam darah serta mengganggu fase rapid eye movement (REM) yang berperan dalam pemulihan tubuh dan fungsi otak.
Kondisi tersebut berisiko memicu penurunan kemampuan kognitif dan gangguan daya ingat apabila berlangsung dalam jangka panjang.
Orang yang sering mendengkur juga cenderung mengalami gangguan tidur tanpa menyadarinya sehingga lebih mudah merasa lelah, sulit berkonsentrasi, dan mudah tersinggung pada siang hari.
Tingkatkan Risiko Gangguan Kesehatan LainNitin menuturkan kualitas tidur yang buruk akibat mendengkur dapat berdampak pada kemampuan belajar, pengambilan keputusan, rentang perhatian, hingga kesehatan mental seseorang.
Ia menjelaskan seseorang yang tidak memperoleh tidur berkualitas akan lebih mudah merasa rewel, mengantuk saat bangun, serta mengalami penurunan fokus dalam aktivitas sehari-hari.
Selain memengaruhi fungsi otak, mendengkur dan apnea tidur juga dikaitkan dengan sejumlah penyakit kronis.
Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, penyakit jantung, stroke, diabetes, kecemasan, hingga depresi.
Untuk mengurangi kebiasaan mendengkur, Nitin menyarankan menjaga berat badan ideal, tidur dengan posisi miring, berhenti merokok, serta menghindari konsumsi alkohol dan makanan berat menjelang waktu tidur.
Ia menilai perubahan gaya hidup menjadi langkah awal yang dapat membantu memperbaiki kualitas tidur dan menurunkan risiko gangguan kesehatan akibat mendengkur.




