Bisnis.com, JAKARTA — Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, mengungkapkan penerbitan obligasi global perdana Danantara memperoleh respons positif dari investor internasional. Tingginya minat pasar membuat nilai penerbitan ditingkatkan dari semula US$1 miliar menjadi US$1,5 miliar.
Pandu mengatakan permintaan investor terhadap surat utang tersebut datang dari berbagai kawasan, terutama Amerika Serikat dan Eropa. Menurutnya, besarnya minat investor dari dua wilayah tersebut menjadi salah satu kejutan positif dalam proses penawaran obligasi global perdana Danantara.
"Ya alhamdulillah itu berjalan dengan baik. Kita kan upsize dari US$1 miliar jadi US$1,5 miliar. Memang banyak demandnya, banyak dari Amerika, banyak dari Eropa mungkin agak surprising buat kita," ujarnya saat tiba di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (18/6/2026).
Selain tingginya permintaan, Pandu menilai biaya pendanaan yang diperoleh melalui penerbitan obligasi tersebut juga cukup kompetitif jika dibandingkan dengan sovereign wealth fund atau dana investasi negara lain.
"Memang suku bunganya sangat baik dibandingkan dengan sovereign wealth fund lain, kita juga cukup kompetitif," katanya.
Menurut Pandu, keberhasilan penerbitan obligasi global tersebut mencerminkan kepercayaan investor internasional terhadap prospek Danantara sebagai lembaga pengelola investasi strategis Indonesia.
Baca Juga
- Prabowo Kumpulkan Himbara saat BI Rate Naik, Bos Danantara Konfirmasi
- Komdigi Ungkap Peluang Danantara Dukung Pendanaan Data Center AI Lewat Dana Abadi
- Danantara Buka Opsi Terbitkan Obligasi Global Bertenor 30 Tahun
Dia menambahkan dana hasil penerbitan obligasi akan digunakan untuk mendukung aktivitas investasi melalui unit Danantara Investment Management. Fokus utama pemanfaatan dana tersebut adalah memperkuat kapasitas investasi pada berbagai proyek dan sektor yang menjadi prioritas pengembangan Danantara.
"Jadi bagus sih menurut saya hasil dari obligasi tersebut. Kita akan gunakan untuk nanti investasi di Danantara Investment Management, itu akan fokus utamanya," ujar Pandu.





