Pemprov Jabar Siapkan Kerja Sama dengan 700 Sekolah Swasta, Dedi Mulyadi: Tidak Dipungut Biaya

grid.id
3 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Pemprov Jabar kini telah menyiapkan kerja sama dengan 700 sekolah swasta imbas tidak terpenuhinya kuota SPMB 2026 di sekolah negeri. Dedi Mulyadi tegaskan tak akan dipungut biaya.

Menanggapi permasalahan soal kemarahan orang tua murid yang anaknya terancam tidak lolos dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jawa Barat 2026, Dedi Mulyadi kini tengah menyiapkan kerja sama dengan sekolah swasta. Nantinya, calon murid yang memenuhi syarat tidak akan mengeluarkan biaya saat masuk ke sekolah swasta.

Tanggapan Dedi Mulyadi soal Daya Tampung SPMB Jabar 2026

Terbatasnya daya tampung pada sekolah negeri membuat ada banyak calon murid yang terancam tidak lolos dalam SPMB Jabar tahun ini. Akibatnya, mulai bermunculan kemarahan orang tua yang khawatir anak-anak mereka tidak memperoleh akses pendidikan di sekolah negeri.

"Hari ini apabila banyak orang tua marah karena anak-anaknya tidak terpetakan di sekolah negeri, bukan kesalahan orang tua, tetapi kesalahan kami sebagai penyelenggara negara," ujar Dedi, dikutip dari Kompas.com.

Menurutnya, keterbatasan daya tampung tidak hanya terkait sekolah, namun juga ketersediaan tenaga pendidik. Diketahui, berdasarkan data Pemprov Jabar, terdapat sekitar 444.000 siswa yang telah terpetakan. Sementara ada sekitar 70.000 hingga 77.000 yang belum terakomodasi di sekolah negeri.

"Karena kami belum bisa menyiapkan sekolah negeri bagi seluruh rakyat, guru negeri bagi seluruh rakyat. Itu kesalahannya," ucap Dedi.

Kerja Sama dengan Sekolah Swasta

Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan 700 sekolah swasta untuk menampung calon murid yang tidak lolos ke sekolah negeri. Dedi Mulyadi menjelaskan jika saat ini SPMB sudah memasuki pendaftaran tahap pertama.

"Seluruh orang tua siswa hari ini tidak perlu repot lagi untuk daftar, karena SPMB dibuka dari 15 Juni sampai 14 Juli 2026," ujar Dedi, dikutip dari Tribun Jabar.

Sementara itu, ia mengatakan calon murid yang sudah terdaftar di sekolah negeri saat pemetaan maka hanya tinggal melanjutkan prosedur saja. Ia juga menambahkan bahwa masih ada sekolah negeri yang belum cukup peminat sehingga masih bisa menjadi pilihan para calon murid.

 

"Selanjutnya, nama-nama tersebut (jika) persyaratannya sudah lengkap, di SPMB ini tinggal klik saja sesuai dengan petunjuk teknis yang ada di aplikasi."

"Kalau kemarin masih galau tidak keterima sekolah negeri, berdasarkan data pemetaan yang kami miliki, ternyata masih banyak sekolah-sekolah negeri yang belum cukup peminatnya. Manfaatkan ruang ini dengan baik, jangan keukeuh ke sekolah yang sudah numpuk pesertanya," jelasnya.

Sebagai alternatif, Pemprov Jabar kini telah menyiapkan kerja sama dengan 700 sekolah swasta imbas tidak terpenuhinya kuota SPMB 2026 di sekolah negeri. Dedi Mulyadi tegaskan tak akan dipungut biaya bagi calon murid yang memenuhi syarat.

"Bagi mereka yang pada akhirnya tidak bisa sekolah di negeri, bisa masuk ke swasta yang siang ini nota kesepahamannya ditandatangani."

"Berdasarkan informasi dari Kepala Dinas Pendidikan, ada 700 sekolah swasta yang menjalin kerja sama dengan pemerintah provinsi," ungkapnya. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kementerian ATR/BPN Terbitkan Dua Sertifikat Tanah Ulayat di Aceh Besar, Beri Kepastian Hukum atas 16,6 Hektare Lahan Adat
• 18 jam lalupantau.com
thumb
Sepakat Damai dengan AS, Minyak Iran Bisa Kembali Dijual ke Pasar Internasional
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Wamen Fauzan Dorong Kolaborasi Kampus untuk Percepat Transformasi Pendidikan Tinggi
• 7 jam lalupantau.com
thumb
Viral Mahasiswa Amankan Pria Diduga Intel Masuk Kampus UMY, Polda DIY Benarkan Anggotanya
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
Presiden Prabowo Ingin Antrean Haji Dipangkas Lagi
• 19 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.