Daftar Negara yang Paling Bergantung pada Minyak Timur Tengah

cnbcindonesia.com
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, CNBC Indonesia - Timur Tengah dikenal luas sebagai salah satu penghasil minyak mentah terbesar di dunia.

Sejumlah ekonomi terbesar dunia ternyata masih sangat bergantung pada pasokan minyak dari kawasan tersebut. Bagi mereka, gangguan di Timur Tengah bukan sekadar isu geopolitik, melainkan risiko langsung terhadap energi, industri, hingga inflasi domestik.

Data International Energy Agency (IEA) menunjukkan Jepang mengimpor minyak dari Timur Tengah setara 77% konsumsi domestiknya pada 2024. Taiwan mencapai 63%, Korea Selatan 57%, India 45%, dan China 38%.

Eritrea menjadi negara dengan tingkat ketergantungan sangat tinggi yakni 91%. Eritrea adalah negara yang terletak di Tanduk Afrika, di bagian timur laut benua Afrika.



Asia Masih Menjadi Tujuan Utama

Negara-negara Asia mendominasi kelompok ekonomi besar yang paling bergantung pada minyak Timur Tengah.

Jepang menjadi salah satu contoh paling jelas. Dengan ketergantungan mencapai 77% dari konsumsi domestik, negara tersebut termasuk ekonomi maju yang paling terekspos terhadap gangguan pasokan dari kawasan tersebut.

Baca: Iran-AS Damai atau Tidak, Minyak Murah US$60 Tinggal Kenangan

 

Taiwan dan Korea Selatan juga mencatat angka yang tinggi, masing-masing 63% dan 57%. Sementara itu, India dan China memang berada di bawah keduanya, tetapi ukuran ekonomi yang jauh lebih besar membuat volume impor minyak mereka tetap sangat signifikan.

Artinya, setiap gangguan pasokan dari Timur Tengah tidak hanya berdampak pada negara-negara produsen, tetapi juga berpotensi memengaruhi aktivitas industri dan perdagangan di sebagian besar Asia.

Ketergantungan Tidak Merata

Di luar Asia, tingkat ketergantungan terhadap minyak Timur Tengah cenderung lebih rendah.

Lithuania menjadi salah satu negara Eropa dengan ketergantungan tertinggi dalam daftar, yakni 40% dari konsumsi domestik. Namun angkanya turun cukup tajam pada negara-negara besar lainnya. Jerman, misalnya, hanya berada di level 6%.

Amerika Utara bahkan menunjukkan angka yang jauh lebih rendah. Amerika Serikat tercatat hanya 3%, sementara Kanada berada di level 1%.

Baca: Tok! The Fed Tahan Suku Bunga, Sinyal Kenaikan Tahun Ini Makin Kencang

 

Perbedaan tersebut mencerminkan kombinasi produksi domestik yang lebih besar dan sumber pasokan yang lebih beragam. Bagi negara-negara tersebut, gangguan pasokan dari Timur Tengah tetap penting, tetapi dampaknya relatif lebih terbatas dibanding banyak negara Asia.

Ketika Jalur Pasokan Menjadi Risiko

Ketergantungan energi sering kali baru terlihat penting ketika rantai pasok terganggu.

Sebagian besar minyak dari Timur Tengah dikirim melalui Selat Hormuz, salah satu jalur energi tersibuk di dunia. Setiap gangguan di koridor tersebut berpotensi memengaruhi aliran minyak ke berbagai negara pengimpor.

Bagi negara yang sangat bergantung pada pasokan Timur Tengah, dampaknya dapat berupa kenaikan biaya energi, tekanan inflasi, hingga meningkatnya biaya produksi bagi sektor industri dan transportasi.

Karena itu, ketergantungan energi bukan hanya soal konsumsi minyak. Angka tersebut juga menjadi ukuran seberapa rentan suatu negara terhadap guncangan eksternal.

Faktor Strategis dalam Pasar Energi

Data ini menunjukkan bahwa Timur Tengah masih memegang peran penting dalam sistem energi global.

Meski banyak negara berupaya memperluas sumber pasokan dan mengurangi ketergantungan pada satu kawasan, minyak Timur Tengah tetap menjadi tulang punggung bagi sejumlah ekonomi besar, terutama di Asia.

Pasar minyak global memungkinkan arus perdagangan menyesuaikan diri dari waktu ke waktu. Namun proses tersebut membutuhkan waktu dan biaya.

Karena itu, negara yang memiliki pemasok yang lebih beragam atau produksi domestik yang besar umumnya memiliki fleksibilitas lebih tinggi ketika pasar energi menghadapi tekanan.

Sementara bagi negara yang masih sangat bergantung pada minyak Timur Tengah, stabilitas kawasan tersebut tetap menjadi faktor penting yang dapat memengaruhi ekonomi jauh di luar batas geografisnya.

Kenapa Selat Hormus Jadi Jalur paling vital Minyak dunia? Foto: Infografis/Kenapa Selat Hormus Jadi Jalur paling vital Minyak dunia?/Aristya Rahadian

 

(mae/mae) Add as a preferred
source on Google

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polisi: 69 Orang Diamankan saat Eksekusi Hotel Sultan Bukan Karyawan
• 10 jam laludetik.com
thumb
‎Jalani Pemeriksaan, Davina Karamoy Ungkap Awal Mula Kerja Sama dengan Hanania Travel
• 2 jam lalugrid.id
thumb
Polisi telusuri aset bos Hanania untuk pulihkan kerugian korban
• 5 jam laluantaranews.com
thumb
PBNU Dorong Santri Kuasai Teknologi Digital hingga AI
• 3 jam laluokezone.com
thumb
Pimpinan DPR Koordinasi dengan Kemensetneg soal Nasib Pegawai Eks Hotel Sultan
• 2 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.