VIVA – Gelandang Timnas Indonesia, Beckham Putra, akhirnya buka suara usai menjadi sasaran provokasi oknum suporter di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta. Pemain Persib Bandung itu pun melontarkan pesan menohok agar rivalitas klub tidak dibawa ke Timnas Indonesia.
Insiden tersebut terjadi usai Timnas Indonesia meraih kemenangan 1-0 atas Mozambik dalam laga FIFA Matchday, Selasa 9 Juni 2026. Seperti biasa, para pemain Garuda berkeliling lapangan untuk menyapa para suporter yang hadir di Stadion GBK.
Namun, momen itu ternoda setelah seorang oknum suporter di Tribun Barat terekam mengacungkan jari tengah ke arah para pemain. Gestur tersebut disebut secara spesifik ditujukan kepada Beckham Putra.
Merasa rivalitas antarklub tidak seharusnya dibawa saat membela Merah Putih, Beckham sempat tersulut emosi dan mencoba menghampiri tribun penonton. Beruntung, Kevin Diks segera menenangkan rekannya tersebut sebelum situasi semakin memanas.
Insiden ini pun menjadi sorotan publik. PSSI bahkan disebut telah melakukan investigasi agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Setelah beberapa hari berlalu, Beckham akhirnya angkat bicara. Pemain berusia 24 tahun itu berharap seluruh suporter bisa lebih bijak dan membedakan antara rivalitas klub dengan dukungan kepada Timnas Indonesia.
"Semoga ini jadi pembelajaran juga buat suporter agar lebih bijak, mana rivalitas klub dan mana Timnas Indonesia," kata Beckham kepada awak media di Jakarta, Rabu 17 Juni 2026.
Pemain yang turut membawa Persib Bandung meraih tiga gelar juara itu menegaskan bahwa semua pemain yang mengenakan seragam Merah Putih memiliki tujuan yang sama, yakni mengharumkan nama Indonesia.
Ia pun tak ingin apa yang dialaminya terjadi kepada pemain lain di kemudian hari.
"Kita juga pastinya tidak mau kejadian ini terulang lagi. Karena bukan hanya ke saya, pasti bisa terjadi kepada pemain lain juga," tegas Beckham.
Menurutnya, para pemain datang dari berbagai klub dengan satu cita-cita yang sama, yakni membela Indonesia. Karena itu, dukungan dari suporter seharusnya tidak dibeda-bedakan berdasarkan asal klub.
"Ini jadi warning juga buat suporter. Kalau mendukung Timnas Indonesia jangan sampai membeda-bedakan klub. Dari mana pun asal pemainnya, kita harus tetap support," ujarnya.





