Pemkot Jaksel Gencarkan Pembuatan Pupuk Eco Enzyme Kurangi Sampah Organik

metrotvnews.com
17 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) menggencarkan pembuatan pupuk eco enzyme. Hal itu dilakukan untuk mengurangi sampah organik.

"Di sini kami diajarkan cara membuat eco enzyme yang dihasilkan dari sisa-sisa buah yang dicampur dengan molase," kata Duta "Eco Enzyme" Jakarta Selatan, Nurul Azizah Syafrin, dikutip dari Antara, Kamis, 18 Juni 2026. 

Azizah mengatakan, kegiatan ini dilakukan serentak oleh komunitas Sedulur Bunda Milenial, pelajar, dan unsur lainnya. Hal ini dinilai sangat penting dalam rangka menjaga kebersihan lingkungan sekitar maupun lingkungan Jakarta pada umumnya.

Azizah menjelaskan, bahan pembuatan eco enzyme yaitu sampah organik rumah tangga. Sampah tersebut dimasukkan ke dalam wadah, dicampur air, dan didiamkan selama kurang lebih tiga bulan.

Baca Juga :

Warga RW 07 Joglo Olah Sampah Menggunakan Maggot
"Nantinya, hasilnya akan sangat bermanfaat untuk kegiatan rumah tangga, seperti cairan pembersih lantai dan untuk membersihkan sungai agar aromanya tidak berbau," ungkap Azizah.

Kemudian, Pemkot Jaksel bersama Sedulur Bunda Milenial juga akan menggalakkan kegiatan pembuatan eco enzyme mulai dari tingkat kelurahan hingga ke tingkat RT/RW. Sehingga, masyarakat luas dapat turut serta menjaga kesehatan keluarga dan kelestarian lingkungan.

"Harapan saya, masyarakat dapat menggalakkan pembuatan eco enzyme ini dengan memanfaatkan limbah seperti molase dari limbah gula serta sisa-sisa buah. Mengingat sampah buah mudah ditemukan setiap hari, cara ini dapat membantu mengurangi pembuangan sampah organik dan menjaga lingkungan sekitar tetap bersih," kata Azizah.

Kegiatan itu diikuti sekitar 160 peserta secara langsung. Total pupuk eco enzyme yang dibuat mencapai 16 galon.

Ilustrasi sampah. Foto: Medcom.id.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Jakarta Selatan, Iwan K. Santoso menambahkan, pembuatan eco enzyme ini merupakan gerakan yang dilakukan secara masif dan bermanfaat bagi masyarakat. Menurut dia, gerakan tersebut merupakan salah satu langkah untuk mendukung Instruksi Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung terkait pemilahan dan pengurangan sampah langsung dari sumbernya.

"Terkait instruksi gubernur mengenai pemilahan dan pengurangan sampah dari sumbernya, kami berharap warga mengikuti anjuran, saran, serta edukasi dan sosialisasi yang diberikan oleh Lurah dan Camat. Saat ini, di Jakarta Selatan, para Lurah dan Camat juga sedang gencar membuat 'teba' atau biopori jumbo," kata Iwan.

Dalam meningkatkan kesadaran pengelolaan sampah, tambah dia, dibutuhkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat, terutama pengurus lingkungan, dan warga.

"Perlu diketahui bahwa pada Agustus nanti, kita hanya bisa membuang sepertiga dari volume normal ke Bantargebang, dan itu pun hanya untuk residu. Oleh karena itu, kami mohon bantuan dan dukungan seluruh warga untuk secara masif memilah dan mengurangi sampah dari sumbernya," ucap Iwan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kejagung Segel 17.600 Motor Listrik Pengadaan BGN
• 5 jam laluliputan6.com
thumb
Dudung Abdurachman Tinjau Cek Kesehatan Gratis di Penjaringan, Tekankan Deteksi Dini untuk Dukung Indonesia Emas 2045
• 12 jam lalupantau.com
thumb
Habiburokhman Usul Komisaris Hanania Travel Jadi Tersangka
• 16 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Masuk Kampus, Intel Polda DIY Ditangkap dan Diamankan Mahasiswa UMY Usai Demo di Titik Nol
• 21 jam lalurepublika.co.id
thumb
Blue Bird Bagikan Dividen Rp 166 per Saham, 65,3 Persen dari Laba Bersih 2025
• 18 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.