Qodari: Fakta Soal MBG, Siswa Kelaparan Berkurang Signifikan di Sekolah

disway.id
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID -- Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari memaparkan sejumlah temuan positif dari pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Berdasarkan hasil riset yang dilakukan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), program tersebut terbukti mampu menurunkan secara signifikan jumlah siswa yang mengalami kelaparan saat mengikuti kegiatan belajar di sekolah.

Menurut Qodari, sebelum program MBG dijalankan, mayoritas siswa Indonesia mengikuti pelajaran dalam kondisi lapar. Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengganggu konsentrasi belajar dan berdampak pada kualitas pendidikan.

BACA JUGA:Ratusan Mahasiswa Demo Desak Evaluasi Total MBG, Long March Tutup Jalan Medan Merdeka Selatan

"Sudah ada riset dari Bappenas, saya baca laporannya bulan November (2025). Jadi ternyata, sebelum ada MBG, banyak siswa kita itu yang lapar loh pada saat sekolah. Jumlah yang lapar pada waktu itu, lagi sekolah nih, lapar dia, dengerin guru lapar, 56 persen," kata Qodari, Kamis (18/6).

Ia menjelaskan, setelah program MBG diterapkan dan terlaksana dengan baik, angka siswa yang merasa lapar saat berada di sekolah turun tajam menjadi hanya 16 persen.

"Besar itu penurunannya," kata Qodari.

Sebaliknya, jumlah siswa yang mengikuti pelajaran dalam kondisi kenyang meningkat hampir dua kali lipat. Jika sebelumnya hanya 43 persen siswa yang merasa kenyang saat belajar, kini jumlahnya mencapai 84 persen.

BACA JUGA:Adu Orasi! 2 Kelompok Massa Tolak-Dukung MBG Demo Bareng di Patung Kuda

"Ini manfaat yang orang belum tahu," lanjut Qodari.

Selain berdampak pada tingkat kenyang siswa, program MBG juga berhasil meningkatkan kualitas konsumsi gizi anak-anak Indonesia. Salah satunya terlihat dari peningkatan konsumsi buah yang melonjak dari 26 persen menjadi 84 persen.

"Kalau kita bicara vitamin C, bicara buah bagus untuk pencernaan, ternyata anak-anak kita dulu itu sedikit sekali yang makan buah. Mayoritas nggak makan buah. Sekarang sudah naik 58 persen, dari 26 persen ke 84 persen," jelas Qodari.

Peningkatan juga terjadi pada konsumsi protein hewani. Berdasarkan data Bappenas, konsumsi protein hewani siswa meningkat dari 65 persen menjadi 90 persen setelah pelaksanaan MBG.

BACA JUGA:Gibran Sebut Pembenahan MBG dan KDMP Penting untuk Cegah Korupsi dan Tingkatkan Kepercayaan Publik

"Nah ini kan bagus. Kita ingin sepak bola Indonesia maju kan, badannya gede, tinggi. Kayak pemain Jepang kan, badannya sudah gede, tinggi. Otaknya cerdas, gizinya bagus. Jangan lagi kita dibilang bangsa yang IQ-nya kurang kan. Itu dari mana? Dari protein," tuturnya.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Program Kompor Listrik dan CNG Berpotensi Hemat 30% Penggunaan LPG
• 23 jam lalukatadata.co.id
thumb
BI Sudah Terbitkan Rp1.021,1 Triliun SRBI Demi Perkuat Rupiah
• 8 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
KPK periksa Kasubbag Bea Cukai untuk dalami status kepegawaian Budiman
• 15 jam laluantaranews.com
thumb
Bawa Sajam, Dua Pemuda di Malang Jadi Tersangka
• 4 jam laluberitajatim.com
thumb
Awkarin dan Vokalis Guyon Waton Minta Tunda Pemeriksaan Kasus Hanania Travel
• 6 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.