JAKARTA, KOMPAS.TV - Korban dugaan penipuan PT Khazanah Tamma Internasional (Hanania Group/Hanania Travel), Uli Amelia Septriani menyampaikan apa yang dialami para korban.
Wanita yang mewakili ribuan korban lainnya itu mengatakan, tindakan dugaan penipuan yang dilakukan oleh Hanania Travel telah menimbulkan banyak kerugian.
Korban menuntut keadilan dan pengembalian uang serta hak-hak mereka semaksimal mungkin.
"Kerugian materil yang saya sendiri menyaksikan, teman-teman korban ini alami, itu begitu besar. Betapa banyak orang tua yang jatuh sakit karena mendengar pembatalan tersebut," ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen Jakarta, Kamis (18/6/2026), dipantau dari YouTube KompasTV.
Perwakilan korban itu mengungkap, ada banyak anak yang harus berbohong ke orang tuanya hanya karena tidak mau bapak ibunya sakit mendengar tidak jadi berangkat ke tanah suci.
Baca Juga: Polda Metro Jaya Ungkap Dugaan Jumlah Korban Hanania Travel Capai 3.000 Orang
Namun menurutnya, hal yang paling menyedihkan adalah ibadah sebagai hak dasar konstitusional setiap warga negara, dinodai oknum nakal.
Uli menegaskan, di balik setiap keberangkatan jemaah yang tertunda, ada harapan, doa, dan hak jemaah yang perlu dilindungi.
"Kalau bukan kepada negara, sekarang kami meminta untuk dilindungi, untuk didampingi, untuk mendapatkan apa yang memang hak kami, ke mana lagi kami harus bergerak?" tanyanya di hadapan Komisi III DPR RI.
Ia menekankan, para korban Hanania Travel hanya ingin bisa beribadah.
Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- hanania
- korban penipuan hanania
- penipuan
- penipuan umrah
- hanania travel





