Pantau - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan program bongkar ratoon menjadi langkah penting untuk memperkuat pondasi swasembada gula nasional saat Panen dan Tanam Tebu Serentak Program Bongkar Ratoon dan Perluasan Areal Tebu Tahun 2026 di Desa Putukrejo, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Kamis (18/6/2026).
Khofifah mengungkapkan, "Kegiatan hari ini memiliki makna yang sangat strategis, kita tidak hanya melaksanakan panen dan tanam tebu tetapi juga memperkuat pondasi dalam mewujudkan swasembada gula nasional."
Bongkar ratoon merupakan proses peremajaan tanaman tebu dengan membongkar tanaman lama yang telah dipanen tiga kali atau lebih untuk kemudian diganti menggunakan bibit baru yang lebih unggul dan produktif.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur menargetkan program bongkar ratoon dan perluasan lahan tebu mencapai 54.897 hektare yang akan dilaksanakan di 24 kabupaten sentra produksi tebu.
Target tersebut terdiri atas bongkar ratoon seluas 48.315 hektare dan perluasan areal tebu seluas 6.582 hektare.
Target Produktivitas Tebu Melalui Bibit UnggulKebutuhan benih untuk program bongkar ratoon akan menggunakan bibit tebu unggul guna meningkatkan produktivitas lahan.
Salah satu varietas yang diandalkan adalah Bululawang (BL) yang mampu menghasilkan produksi tebu lebih dari 110 ton per hektare.
Pada kondisi tertentu, produktivitas varietas Bululawang dapat mencapai 150 ton per hektare.
Khofifah mendorong sinergi seluruh pemangku kepentingan mulai dari pemerintah daerah, pabrik gula, petani, hingga Kementerian Pertanian untuk menyukseskan program bongkar ratoon tahun 2026.
Jawa Timur memiliki peran strategis dalam industri gula nasional karena menyumbang sekitar 51 persen produksi gula nasional.
Pada tahun 2025, produksi gula kristal putih Jawa Timur tercatat mencapai sekitar 1,34 juta ton.
Bangun Ekosistem Pergulaan TerintegrasiKhofifah mengungkapkan, "Kami membangun ekosistem pergulaan dari hulu sampai hilir. Produksi petani harus terlindungi sehingga mereka mendapatkan kepastian pasar yang sehat."
Pemerintah Provinsi Jawa Timur berupaya membangun ekosistem industri gula yang terintegrasi dari sektor hulu hingga hilir dengan fokus pada perlindungan hasil produksi petani dan kepastian pasar yang sehat serta berkelanjutan.
Direktur Operasional PT Sinergi Gula Nusantara Kuntoro Boga Andri menyatakan dukungan penuh terhadap program bongkar ratoon melalui pendampingan budidaya tebu, penyediaan benih unggul, penguatan kemitraan dengan petani, dan penerapan mekanisasi pertanian.
Menurut Kuntoro, bongkar ratoon merupakan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani tebu.
Kuntoro mengungkapkan, "Sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan petani untuk membangun industri gula yang lebih kuat dan berdaya saing."
Pemerintah dan pelaku industri optimistis program bongkar ratoon dapat meningkatkan produktivitas tebu sekaligus mempercepat pencapaian target swasembada gula nasional serta mendorong terwujudnya industri gula Indonesia yang lebih modern, produktif, dan berkelanjutan.




