Rusia Sambut Baik Kesepakatan Damai AS-Iran, Serukan Pencegahan Eskalasi Baru

metrotvnews.com
14 jam lalu
Cover Berita

Moskow: Kementerian Luar Negeri Rusia menyambut penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang bertujuan mengakhiri konflik antara kedua negara.

Dalam pernyataan resminya, Kamis, 18 Juni 2026, kementerian tersebut menyatakan dukungannya terhadap kesepakatan yang dicapai oleh Presiden AS Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian.

"Kami menyambut kesepakatan yang dicapai secara jarak jauh oleh presiden kedua negara, Donald Trump dan Masoud Pezeshkian, untuk mengakhiri konflik militer antara AS dan Iran. Kami mencatat komitmen kuat yang ditunjukkan Washington dan Tehran untuk secara ketat mematuhi ketentuan yang telah disepakati," demikian pernyataan kementerian, dikutip dari Anadolu.

Rusia juga menyerukan seluruh pihak yang terlibat dalam konflik agar mematuhi kesepakatan tersebut dan menghindari tindakan yang dapat memicu kekerasan baru.

Moskow turut memuji upaya mediasi yang dilakukan Pakistan dan Qatar dalam membantu tercapainya kesepakatan tersebut.
Harapan untuk Stabilitas Kawasan Kementerian Luar Negeri Rusia menilai penting bagi seluruh pihak untuk menjalankan kesepahaman yang telah dicapai selama masa negosiasi serta menahan diri dari langkah-langkah yang dapat meningkatkan ketegangan di kawasan, termasuk di Lebanon.

Menurut Moskow, terciptanya perdamaian berpotensi memulihkan kepercayaan antarnegara di kawasan Teluk Persia sekaligus membuka kembali jalur pelayaran yang aman melalui Selat Hormuz.

Rusia juga menilai kondisi tersebut dapat membantu mengurangi volatilitas di pasar energi dan pangan global.

"Kami berharap terciptanya perdamaian akan membantu memulihkan kepercayaan dalam hubungan antarnegara di kedua sisi Teluk Persia, serta memungkinkan kembali berlangsungnya pelayaran yang aman dan tanpa hambatan melalui Selat Hormuz," kata kementerian tersebut.

Dalam pernyataannya, Rusia juga menyambut penegasan kembali komitmen Iran terhadap Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT) di tengah kritik terhadap program nuklir negara itu.

Moskow pada saat yang sama menyatakan dukungannya terhadap hak Iran untuk mengembangkan energi nuklir untuk tujuan damai.

"Kami menyatakan kesiapan untuk terus memberikan dukungan diplomatik yang berarti bagi upaya yang bertujuan menciptakan stabilitas yang berkelanjutan dan jangka panjang di Timur Tengah," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Rusia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bukukan Rugi Rp1,1 Triliun, Unicharm (UCID) Bagi Dividen Rp6,67 per Saham
• 20 jam laluidxchannel.com
thumb
Jadwal Piala Dunia 2026 Hari Ini: Harapan Asia Kembali Main, Korsel Tantang Meksiko hingga Australia Hadapi Amerika Serikat
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Indonesia Tawarkan Peluang Investasi yang Besar di Sektor Energi Terbarukan
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Obat dari Printer 3D: Ketika Tablet Bisa Dicetak Sesuai Kebutuhan Pasien
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Desa Binaan Imigrasi Demi Cegah Kasus Perdagangan Orang di NTT
• 15 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.